5 Kopi Pabrikan Paling Enak Di Indonesia

Paling enak ini tentu saja sangat-sangat subyektif, menurut saya pribadi. Jadi jika anda mempunyai pendapat lain, ya silahkan. Toh perbedaan pendapat adalah nikmat yang tak terkira, bagi orang-orang yang mengetahui.
Bagi orang yang tidak mengetahui, perbedaan pendapat tentu saja adalah sumbu untuk meledakkan pertengkaran.

Baeklah, daripada ngelantur, langsung saja.

Oiya, paling enak ini saya ukur dengan menggunakan dua parameter. Pertama, enak di lidah. Kedua, enak di kantong. Nanti, urut nomor penulisan adalah juga sekaligus urut enak di lidah ataupun di kantong. Tetapi enak di lidah dan di kantong tidak saya tempatkan sebagai suatu parameter yang berurutan. Maksudnya, saya tak menempatkan yang pertama dan kedua sebagai tolok ukur yang lebih unggul satu dan lainnya.

Enak di lidah dan kantong saya elaborasikan. Jadi, urut kopi enak itu sudah merupakan perpaduan antara lidah dan kantong.

Yang juga penting anda ketahui, kantong yang saya pakai sebagai ukuran adalah kantong saya. Bukan kantong Wishnutama atau Luhut Binsar P.

Jadi, harganya ya menurut rasa bahagia kantong saya. Jadi maafken jika misalnya saya tidak memasukkan Kopi Luwak. Kopi Luwak asli yang katanya biji kopi sudah dimakan dan bercampur tai luwak itu, membuat kantong saya tidak bahagia. Maka saya tidak mencantumkannya, meski beberapa pabrikan mengemasnya, dan bisa kita temui di toko-toko swalayan.

1.Kapal Api Spesial

Ini adalah kopi sejuta lidah, salah satu varian dari Kapal Api. Tag-nya menggunakan kata Spesial, dan saya setuju. Mulai dari warmindo, angkringan sampai warung-warung makan murah meriah juga restoran sedikit mahal memakai serta menyediakan kopi kapal api spesial.

Maka jangan heran ketika suatu waktu anda makan di sebuah restoran sedikit mahal dan memesan kopi hitam, aroma yang tercium hidung anda dan rasa yang tercecap lidah, tak berbeda dengan kopi yang biasa anda minum di warmindo atau angkringan bahkan warung tegal. Harganya saja yang berbeda. Jika di warmindo atau angkringan segelas kopi hitam bisa anda tebus seharga dua ribu atau tiga ribu rupiah, di restoran sedikit mahal anda harus menebusnya seharga dua kali lipat. Bisa enam ribu, atau tujuh ribu rupiah. Tergantung derajat tega yang tersemat di restoran tersebut.

Yaa, karena rata-rata mereka memakai kopi kapal api spesial. Maka aroma dan rasanya cenderung sama.

Bagi saya, ini adalah perpaduan yang sempurna antara harga dan rasa. Lidah saya cocok dan tidak akan menolak kopi kapal api spesial, sedangkan kantong saya akan sangat merasa bahagia ketika membelinya.

Dengan uang sekira sepuluh ribu rupiah, saya bisa mendapatkannya dalam ukuran kemasan 165 gram. Itu bisa saya konsumsi selama seminggu lebih sedikit, pagi dan sore. Bagi anda yang suka kopi encer, kemasan 165 gram akan bisa menemani anda selama satu bulan.

Kopi Kapal Api Spesial adalah pilihan pertama bagi saya ketika sedang berbelanja kopi di warung atau swalayan.

2.Kapal Api Spesial Mix

Ini adalah kopi yang masih satu saudara sekandung dengan Kapal Api Spesial. Bedanya, pabrikan sudah menodainya mencampurnya dengan gula. Kemasannya sama persis, dalam pola dan warna. Perpaduan warna hitam dan merah.

Bedanya, Kapal Api Spesial Mix dikemas dalam kemasan kecil, dan tak tersedia ukuran besar seperti saudaranya. Pabrik asalnya mendaulat kopi ini sebagai kopi yang pas untuk satu porsi atau cangkir, dalam setiap satu kemasan.

Harganya saya lupa, maafkan. Tetapi dengan uang dua ribu rupiah, anda sudah bisa mendapatkan paling tidak satu kemasan. Bahkan mungkin lebih murah. Satu kemasan sudah berisi kopi dan gula.

Bagi yang tidak suka ribet, ini adalah pilihan. Tak perlu lagi menyediakan gula.

Tetapi saya menempatkan Kapal Api Spesial Mix dalam urutan kedua, kenapa?
Pertama, karena saya lebih suka menambahkan gula sesuai selera dalam secangkir kopi yang saya seduh. Kedua, karena untuk membuat satu cangkir saya harus menggunakan dua atau tiga sachet kemasan.

Alasan kedua karena saya menjadi sedikit boros. Alasan pertama murni karena lidah saya. Saya tidak bisa meminum kopi dengan nikmat, jika gula sudah dicampurkan bukan oleh tangan saya, karena pertimbangan takaran. Terkadang jika orang lain yang membuatnya, akan cenderung lebih manis.

3.Excelso Arabica Gold

Excelso adalah nama merknya, sedangkan Arabica Gold adalah salah satu varian yang ada. Sebenarnya Excelso mengeluarkan banyak varian, tetapi saya paling suka rasa dan harga dari Arabica Gold.

Terakhir membeli, harga Arabica Gold dalam kemasan 200 gram adalah enam puluh tiga ribu rupiah. Bagi saya, tidak terlampau mahal, tetapi juga tidak murah. Pas untuk selingan rasa ketika saya sedikit jenuh dengan Kapal Api Spesial.

Sebenarnya Excelso ini juga masih sekandung dengan Kapal Api. Sama-sama keluaran dari pabrik Santos Jaya Abadi.

Tetapi sepertinya, Excelso adalah strategi marketing pabrikan. Jika Kapal Api disasar untuk menjadi kopi sejuta umat, maka Excelso disasar untuk menjadi kopi seribu umat. Saya yakin jauh lebih sedikit orang yang mau dan mampu menyesap Excelso. Karena pertimbangan harga tentu saja. Perihal rasa, varian Arabica Gold memang enaknya sundul langit. Tetapi ketika dikonsumsi terus menerus tanpa jeda dan sela dalam beberapa hari, akan terasa pengar di lidah serta tenggorokan.

Oleh karena itu saya menggunakannya sebagai selingan dari Kapal Api Spesial.

4.JJ Royal

Saya jarang mengamati kemasan JJ Royal secara mendetail, maka saya tidak tahu kopi ini keluaran pabrikan mana.

Saya menempatkannya dalam urutan keempat, karena tentu saja alasan rasa dan harga.

Harga dulu. Terakhir membeli sekira tiga bulan lalu, harga JJ Royal varian rasa Aceh Gayo adalah empat puluh enam ribu rupiah dalam kemasan 100 gram. Bagi saya, cukup mahal. Banyak varian rasa dari JJ Royal, tetapi saya lebih sering hanya membeli dua diantaranya. Aceh Gayo dan Kalosi Toraja. Harganya hampir mirip sejauh saya bisa mengingat, selisih dua atau tiga ribu rupiah. Lebih mahal yang varian mana, saya lupa.

Rasa?
Menurut saya, rasa JJ Royal setara dengan kopi di warung kopi buatan barista. Enak, dan tentu saja memang tidak untuk dikonsumsi setiap hari.

Menurut saya, minuman atau makanan yang tercecap lidah terasa enak, diatas standar enak yang biasa kita konsumsi, jangan sampai malah kemudian dikonsumsi setiap hari. Nanti rasanya akan berubah, dan tak lagi terasa enak. Kalau sudah begitu, kita sendiri yang susah dan repot kalau ingin mencecap kopi enak namun tak harus ke warung kopi.

Minuman atau makanan enak, yaa wajarnya kita konsumsi kalau sedang merasa ‘ingin’ saja. Tetapi sekali lagi, itu menurut saya. Kalau menurut anda yang enak itu justru harus dikonsumsi setiap hari, ya silahkan.

5.Top Kopi

Saya pertama mencicipnya ketika sedang berada di rumah Banteran. Tak ada Kapal Api seperti biasanya, dan hanya ada Top Kopi. Usut punya usut, adik bungsu saya ternyata lebih menyukai Top Kopi.

Ya sudahlah, daripada tidak kopi, dengan setengah terpaksa saya menyeduh Top Kopi.

Rasanya ternyata lumayan, meski memang ada ruang perbedaan dengan Kapal Api. Top Kopi cenderung lebih terasa ‘manis’, sedang Kapal Api rasa dasarnya cenderung pahit.

Harganya hanya sebelas dua belas dengan Kapal Api. Tepatnya, saya tidak tahu. Karena hanya sekilas saya pernah melihatnya, tetapi tidak pernah secara langsung membelinya.

Bagi saya, jika tidak ada empat kopi yang pertama, saya akan memilih Top Kopi. Tetapi jika empat yang pertama masih berada dalam jangkauan untuk saya dapatkan, Top Kopi adalah pilihan terakhir.


Itu adalah 5 Kopi Pabrikan Paling Enak Di Indonesia menurut saya. Kesemua yang saya sebut dan tuliskan adalah kopi hitam. Bukan kopi susu atau bahkan susu kopi, apalagi kopi darat.

Mungkin anda mempunyai pilihan lain?

Eh iya, mohon maaf saya tak menyertakan gambar. Kenapa?
Yaaa agar anda membaca tulisan saya. Kalau ada gambarnya, saya yakin anda lebih memilih untuk melihat gambarnya saja alih-alih membaca tulisannya.

Hehehe….

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)

98 Comments

  1. My name’s Eric and I just came across your website – anangaji.com – in the search results.

    Here’s what that means to me…

    Your SEO’s working.

    You’re getting eyeballs – mine at least.

    Your content’s pretty good, wouldn’t change a thing.

    BUT…

    Eyeballs don’t pay the bills.

    CUSTOMERS do.

    And studies show that 7 out of 10 visitors to a site like anangaji.com will drop by, take a gander, and then head for the hills without doing anything else.

    It’s like they never were even there.

    You can fix this.

    You can make it super-simple for them to raise their hand, say, “okay, let’s talk” without requiring them to even pull their cell phone from their pocket… thanks to Talk With Web Visitor.

    Talk With Web Visitor is a software widget that sits on your site, ready and waiting to capture any visitor’s Name, Email address and Phone Number. It lets you know immediately – so you can talk to that lead immediately… without delay… BEFORE they head for those hills.

    CLICK HERE http://www.talkwithwebvisitor.com to try out a Live Demo with Talk With Web Visitor now to see exactly how it works.

    Now it’s also true that when reaching out to hot leads, you MUST act fast – the difference between contacting someone within 5 minutes versus 30 minutes later is huge – like 100 times better!

    That’s what makes our new SMS Text With Lead feature so powerful… you’ve got their phone number, so now you can start a text message (SMS) conversation with them… so even if they don’t take you up on your offer right away, you continue to text them new offers, new content, and new reasons to do business with you.

    This could change everything for you and your business.

    CLICK HERE http://www.talkwithwebvisitor.com to learn more about everything Talk With Web Visitor can do and start turing eyeballs into money.

    Eric
    PS: Talk With Web Visitor offers a FREE 14 days trial – you could be converting up to 100x more leads immediately!
    It even includes International Long Distance Calling.
    Paying customers are out there waiting.
    Starting connecting today by CLICKING HERE http://www.talkwithwebvisitor.com to try Talk With Web Visitor now.

    If you’d like to unsubscribe click here http://talkwithwebvisitor.com/unsubscribe.aspx?d=anangaji.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *