Akhir Pekan Bersama Buku : Melawat Ke Toko Buku

Akhir pekan bersama buku kali ini, saya tidak secara spesifik memberikan satu judul buku. Tetapi saya sarankan, anda memilih sendiri judul buku, dengan mendatangi toko buku.

Yup, toko buku konvensional. Dengan rak-rak berjajar dan tatanan serta tumpukan buku di dalamnya.

Saya bukan sedang menyarankan untuk kembali kepada kegiatan sia-sia. Kegiatan yang secara perhitungan perkembangan peradaban, mundur selama satu atau dua dekade. Bukan.
Bukan bermaksud menyarankan membuang waktu anda yang sangat berharga, dengan berjalan-jalan dan melawat mengunjungi toko buku.
Bukan begitu, tetapi….saya sedang menyarankan anda untuk….

“Sejenak melawat ke surga. Menikmati suasana serta sentuhan jari tangan anda dengan kertas-kertas dan lembar-lembar pengetahuan.”

Tidakkah anda bosan setiap hari, setiap saat, setiap waktu, hanya mengadu jari tangan anda dengan layar datar bening bercahaya?
Hanya mengadu dengan layar hape, tuts-tuts keyboard laptop atau komputer anda. Setiap waktu berselancar mencari diskonan, berpindah dari satu toko online menuju toko berikutnya?
Tanpa beringsut dari tempat duduk, atau dari kasur, atau dari pelukan kemalasan?

Sekali waktu, gunakan kaki anda untuk melangkah, berjalan, menikmati setiap jengkal suasana toko buku, yang mungkin sepuluh tahun ke depan hanya akan tinggal sejarah dan cerita. Sebelum menyesal, maka anda yang beruntung terlahir, tumbuh, berkembang dalam era yang masih mempertemukan anda dengan toko buku konvensional, gunakanlah waktu tersebut untuk melawat ke sana.

Bukan saya anti terhadap toko buku online, sama sekali tidak. Bahkan saya juga sangat bersyukur dengan banyaknya toko serta hal-hal lain yang tersedia secara online saat ini. Tetapi perihal suasana toko buku, anda tidak akan bisa menggantinya dengan suasana layar datar bercahaya dari hape maupun laptop.

Ada kesungguhan dan semangat yang bergelora dari tiap tumpukan buku, atau dari buku yang berbaris dan berjajar pada rak-rak, rapi maupun berantakan. Ada romantisme pada tiap sampul yang bisa tersentuh secara langsung, ada kepercayaan pada tiap lembar yang terbuka untuk memastikan isinya.

Ya, pada toko buku tertentu, anda bisa menemukan satu buku yang tak tersegel bungkus plastik untuk tiap satu judul, agar calon pembeli bisa memastikan isi di dalamnya.
Terkadang, tak semua calon pembeli sudah mengerti isi buku yang akan mereka pembeli. Pada beberapa orang, membeli buku adalah spontanitas, karena melihat sampul dan membaca judul, tanpa secara persis mengerti isi calon buku yang mereka minati. Maka dengan sekilas membaca pada buku tak bersegel yang tersedia, pembeli bisa memastikan bahwa mereka tak ‘salah’ membeli buku.

‘Salah’ dalam arti, isi buku tak sesuai dengan bayangan atau apa yang terpikirkan ketika melihat sampul dan membaca judul.
Karena tak ada kata salah dalam membeli buku. Yang ada adalah ketidaksesuaian antara bayangan, dan isi di dalamnya.

Eeeemmmm, perihal membaca buku yang belum tentu akan dibeli itu, menjamahnya, bukankah itu adalah obsesi terpendam dari sebagian besar manusia?
Menyentuh, menjamah, dan mengetahui isi dari sesuatu yang tak anda miliki, atau tak ingin anda miliki. Anda hanya ingin mengintipnya saja, sebenarnya.
Misalnya, anda pasti ingin sekali naik mobil Ferrari. Anda ingin sekali menjamah dan menaikinya, sesekali, tanpa keinginan untuk memiliki?
Salah?
Ayo, jujurlah….bwehehehe

Kembali ke buku, andai pun membeli buku yang ‘salah’ tersebut, bisa lantas disumbangkan. Tak ada yang pernah sia-sia dalam tiap persentuhan dengan buku.

Oh iya, kalau anda berada di Yogyakarta, silahkan kunjungi toko buku Togamas. Salah satu toko buku favorit saya. Ada dua lokasi, yang pertama di sebelah selatan perempatan ringroad Condongcatur, yang kedua ada di Jalan Suroto No.8 Kotabaru sebelah utara stadion Kridosono.

Di Togamas, selain bisa menjamah dan mengintip isi sebelum membeli, ada diskon yang cukup menggiurkan. Rerata diskon adalah 10 sampai dengan 20 persen. Cukup besar, daripada tak ada diskon sama sekali.

Selain dua hal tersebut, perihal penataan dan penempatan atau display buku, adalah hal lain yang saya sukai. Penempatan jenis, tema, dan kategori buku sangat jelas dan mudah untuk dicari. Ada rak dan meja khusus novel, sastra, buku laris, dan juga buku yang direkomendasikan. Sangat memudahkan, selain juga pilihan banyak judul dari sekian banyak penulis yang akan memuaskan dahaga.

Bahkan buku-buku dari penerbit dan penulis yang tak tersedia di toko buku lain, akan tersedia di Togamas. Padahal sebagian besar buku dari penerbit dan penulis yang tak tersedia di toko buku lain itu, adalah buku-buku yang berkualitas. Layak baca, layak untuk dipunya.

Ouupppsss, apakah saya sedang mempromosikan Togamas?

Silahkan berpikiran seperti itu. Tetapi andaikata saya mempromosikan Togamas, saya tak dibayar sepeser-pun. Tak juga mendapatkan diskon lebih banyak ketika membeli disana, tak juga kemudian mendapatkan prioritas antri di kasir ketika membayar. Sama sekali tidak.
Saya menyarankan Togamas, semata karena saya merasa nyaman dan dimudahkan ketika mencari dan membeli buku disana. Itu saja.

Tentu banyak toko buku lain yang menjadi favorit anda. Silahkan.
Yang terpenting, pada akhir pekan ini, anda berjalan-jalan dan melawat ke toko buku. Membeli barang satu atau dua buku, membacanya.

Bahkan jika anda sebenarnya tak suka membaca, tetap saya sarankan untuk pergi kesana.
Kemana?
Ya ke toko buku.

  • Ada banyak jendela yang bisa anda buka, untuk melihat banyak suasana serta khasanah pengetahuan baru.
  • Ada banyak pintu yang bisa dimasuki untuk melihat dimensi-dimensi lain yang selama ini belum pernah kita ketahui.
  • Ada banyak kemungkinan yang membuka wawasan serta pemikiran kita. Sarana mengadu wacana agar tak terkungkung dalam wawasan sempit yang membuat kita hanya mengerti kebenaran diri sendiri.

Akhirnya, selamat berakhir pekan. Selamat melawat ke toko buku. Selamat membeli beberapa buku. Selamat membaca buku.

Oh ya jangan lupa untuk mengajak keluarga, terutama anak-anak anda ke toko buku. Ajak juga ibu, ayah, pakdhe, budhe, paklik, bulik, atau juga simbah dan kakek nenek. Kalau perlu ajak pula tetangga, kenalan, atau anggota grup WA yang anda ikuti.

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)

32 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *