Belum Sempat

Hanya belum sempat saja, untuk menulis dan kembali mengisi blog ini secara rutin. Saya tak ingin menggunakan istilah adaptasi sebenarnya, pun semenjak dahulu selalu menghindari untuk terlibat dalam segala hal yang berkaitan dengan adaptasi.

Saya lebih menyukai kepastian, yang dengan itu membawa kenyamanan.

Tetapi apa daya, jalan membawa saya kepada kata adaptasi, dan juga penyesuaian. Pun jalan hidup membawa saya untuk lebih banyak berkutat kepada ketidakpastian. Untuk kenyamanan, ternyata yang tidak pasti, dan juga adaptasi itu, nyaman-nyaman saja.

Tergantung bagaimana kita menyikapi adaptasi dan ketidakpastian itu. Apakah sebagai sebuah beban, cobaan, atau mungkin sebagai sebuah anugerah dan media pembelajaran.

Kalau menyikapinya sebagai beban, merasa mendapat cobaan, saya rasa hidup akan terasa berat.
Tetapi kalau menyikapinya sebagai sebuah anugerah, media pembelajaran, saya rasa akan ringan-ringan saja dan bahkan cenderung menyenangkan.

Bukankah satu hal terbesar dalam hidup manusia yang sudah pasti akan datang pun masih berupa ketidakpastian? Mati misalnya?
Kita hanya tahu bahwa mati sudah pasti akan datang bertamu, hanya saja kita tidak tahu detail pastinya. Perihal tempat, waktu, jam berapa, dengan cara bagaimana, semua serba tak pasti.
Namun toh kita tetap ringan menjalani hidup, bukan?
Kita sebenarnya sudah terbiasa dan berada di tengah lingkup ketidakpastian. Hanya saja, terkadang kita terlalu berhitung perihal ketidakpastian yang sama sekali memang tak pasti.

Rejeki, misalnya.

Beda dengan penyikapan kita terhadap mati, yang kita akan mau, —dan meski tidak mau akan terpaksa mau menerimanya—, terhadap rejeki kita berlaku sebaliknya. Terhadap rejeki kita hanya berhitung materi, sehingga kita menghitungnya dengan memakai kalkulator ketidakpastian. Padahal ia sama saja dengan mati, pasti datang dan pasti ada. Bentuknya saja yang terkadang manusia tidak memahfuminya, tidak menyadarinya.

Bernapas dengan lega adalah rejeki. Kentut tanpa memerintahkan perut untuk memroses zat-zat menjadi gas sedemikian rupa dan keluar dalam volume yang menyenangkan adalah juga rejeki, bukan?

Ah, malah sampai kemana-mana pembahasan kita. Perihal yang tidak pasti itu, yang ternyata juga adalah suatu kepastian, dan ternyata menyenangkan.

Saya hanya belum sempat saja untuk kembali menulis secara rutin, dan mengunggahnya di blog ini. Saya butuh beberapa penyesuaian, butuh menyelaraskan ritme hidup yang sempat keluar dari frekuensi lama. Itu saja.

Saya hanya sedang menyelaraskan diri saya sendiri, hidup saya, dengan gelombang dan frekuensi baru yang saya masuki.
Entah kenapa saya selalu enggan menyebutnya dengan kata atau istilah adaptasi.

Dengan adaptasi, seolah-olah saya adalah makhluk jaman purba yang sedang bergelut dengan lingkungan yang berubah-ubah. Maka dari itu saya enggan menyebutnya adaptasi, meski saya pun ternyata setelah ditelisik juga adalah sejenis makhluk purba. Hahahaha

Banyak hal yang akan saya tuliskan di tempat baru itu, di dalam proses penyesuaian itu. Banyak yang akan bisa saya tulis, sekadar untuk penanda dan prasasti. Syukur-syukur jika kelak berguna sebagai sebuah catatan pembanding, perihal hidup yang berubah dan berproses dari waktu ke waktu.

Banyak hal menyenangkan yang bisa saya pelajari, dan bisa saya bagi. Syukur jika bisa berguna bagi anda yang membaca. Andai pun tidak, setidaknya anda bisa menertawakan keseluruhan proses yang sedang saya alami. Bukankah selalu menyenangkan melihat sebuah proses yang banyak mengandung bahan untuk tertawa di dalamnya?

Satu yang jelas bahwa saya tak akan pernah berhenti menulis. Saya masih percaya bahwa menulis adalah salah satu cara untuk tetap menjadi sehat, salah satu upaya untuk mencapai titik-titik koordinat yang seimbang, yang terkadang terlalu melenceng antara satu dengan yang lainnya.

Saya hanya belum sempat saja. Mungkin hampir sama dengan anda yang terkadang belum sempat atau bahkan lupa membuka blog ini dan membaca tulisan saya.

Salam.

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)

24 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *