Cara Membuat Blog Sepi Menjadi Ramai Pengunjung

Anda mempunyai blog atau web pribadi? Atau bahkan komersial?

Dan blog anda masih sepi?

SAMAAAAA!!!!

Blog saya juga sepi, kita senasib, bwahahaha….

Sebenarnya jika kita mencari di google, akan banyak sekali saran atau cara untuk membuat blog kita menjadi ramai.

Diantara caranya,

Optimasi SEO

Entah apa kepanjangan dari SEO itu. Sebagai lulusan SMA yang waktu itu ekstrakurikuler komputer baru diisi dengan berbagai metoda dan cara untuk bisa mengetik di…..MS Word, maka saya sangat awam dengan SEO.

Bahkan saya baru membaca istilah SEO ketika berusaha membuat blog ini sekira setahun yang lampau. Sampai saat ini saya tidak hapal apa kepanjangan dari SEO. Setahu saya itu adalah semacam algoritma rumit yang memungkinkan web atau blog kita ditemukan pada mesin pencari, ketika diketikkan kata kunci tertentu.

Karena rumit dengan SEO dan berbagai ritual tata cara pemakaiannya, maka saya menggunakan Yoast SEO pada blog kecil ini. Namun itu pun tak maksimal saya gunakan.

Sebagai author tunggal, terkadang saya sudah lelah dan capek membuat konten tulisan, dan tak sempat membuat detail SEO yang baik.

Padahal, katanya SEO yang baik akan memudahkan mesin pencari menempatkan blog atau web kita pada peringkat atas mesin pencari. Jika blog kita berada pada peringkat atas mesin pencari, otomatis blog kita akan banyak pengunjung.

Namun apa daya….

Rutin Menerbitkan Artikel

Kedua, banyak disarankan untuk rutin dan konsisten menerbitkan artikel. Rutin dan konsisten dalam arti disiplin waktu serta disiplin konten.

Menerbitkan artikel dalam waktu-waktu tertentu yang sudah ditetapkan, dan dengan konten yang menjadi spesialisasi dari blog kita.

Rutinitas itu akan menghasilkan traffic tinggi, katanya….

Namun membuat konten secara rutin, menerbitkannya secara disiplin, tak semudah membuat martabak.

Butuh tekad seperti ombak, yang tak mudah putus asa meski terus bergulung dan tak kunjung menemui tepi.

Membuat konten secara rutin saja sulitnya sudah seperti mengupas buah kelapa hanya menggunakan gigi. Toh apalagi masih ditambah membuat konten yang berkualitas. Sulitnya seperti menahan berak yang sudah hampir keluar.

Rutin menerbitkan artikel akan membuat pengunjung tidak kecewa. Ketika suatu saat mereka berkunjung, dan menemukan konten atau tulisan baru dari blog kita. Namun sekali lagi, bukan pekerjaan yang mudah untuk bisa rutin menulis dan disiplin menerbitkan artikel.

Cara ini sebenarnya, sungguh menyiksa….

Apalagi jika pekerjaan kita bukan hanya melulu mengenai blog atau web. Apalagi jika kita berharap blog akan sukses dan banyak pengunjung, tetapi kita mengelolanya hanya sambil lalu.

Percayalah Ferguso, hal tersebut sungguh menyiksa….

Membuat backlink berkualitas

Apalagi ini, backlink….

Saya hanya tahu Blackpink, dan awam sama sekali mengenai backlink.

Backlink adalah semacam tautan dari link atau blog lain, terhadap blog kita. Entah pada halaman utama atau dari salah satu artikel dari blog milik kita.

Syarat mendapat backlink berkualitas, adalah kalau blog kita sudah banyak dikenal. Sehingga akan banyak link lain yang menautkan diri pada blog kita, atau mempromosikan blog kita.

Nah, bagaimana itu bisa terjadi? Sedangkan kita masih dalam tahapan untuk menjadi populer. Masih dalam tahap mencari nama dan popularitas.

Masih lebih mudah mencari Blackpink daripada mencari Backlink. Percayalah….

Promosi di media sosial

Ini juga salah satu cara yang banyak disarankan. Mempromosikan blog kita melalui akun media sosial.

Masalahnya….bagaimana jika media sosial kita juga sepi pengunjung atau hanya mempunyai sedikit sekali jaringan pertemanan?

Masih tetap ribet, kan?

Senyatanya memang semacam itu. Promosi pada media sosial juga tak serta merta akan membuat blog kita menjadi ramai. Apalagi kebijakan dari berbagai platform media sosial yang membatasi promosi-promosi link eksternal, dengan algoritma tertentu.

Menurut info, Facebook misalnya, hanya membatasi maksimal 10% dari seluruh jumlah teman yang ada, bisa membaca atau melihat link yang kita bagikan di linimasa. Nah, jika jaringan pertemanan kita hanya sesikit.

Hanya sedikit, dan tak semua dari 10% itu yang mau membuka link blog kita. Nah….remuk.

Memperluas jaringan pertemanan pada media sosial sebagai landasan atau pondasi untuk promosi blog kita pun, bukan pekerjaan mudah. Sama sulitnya dengan membuat konten yang berkualitas pada blog kita.

Sedang kita adalah single fighter untuk blog kita. Masih harus mengurus konten, memperluas jaringan media sosial, menyiapkan tampilan blog yang baik, juga masih harus mengerjakan tugas kuliah atau menyelesaikan pekerjaan rutin kita sehari-hari.

Nah, tak semudah yang dibayangkan, bukan?


Bagaimana? Menyerah untuk meneruskan blogging? Menyerah menulis? Menyerah pada perihnya usaha untuk menjadi blogger sukses? Menyerah pada cakrawala kemungkinan yang terlihat semakin tenggelam? Memilih untuk menyuntik mati blog anda? Tidak membayar tagihan sewa domain dan hosting?

Kalau saya sih….tidak.

Saya masih akan terus menulis, meski tertatih.

Saya masih akan terus menerbitkan konten, meski tak bisa disiplin.

Dan saya masih akan terus membayar sewa domain serta hosting, meski harus berdarah-darah.

Saya selalu percaya pada proses kehidupan manusia. Meski saya tak percaya pada suatu pepatah yang mengatakan : “Hasil tidak akan mengkhianati proses.”

Saya tak percaya pepatah itu. Pada kenyataannya, tak mesti ada hasil sukses pada tiap sulitnya proses.

Tak mesti meski proses sudah dilalui dengan sungguh-sungguh, hasil kemudian akan datang dengan patuh. Tak mesti.

Namun saya selalu percaya, bahwa proses adalah kata lain dari berjuang. Dan berjuang, adalah cara manusia untuk memanusiakan dirinya.

Hanya manusia terhormat yang bersedia memanusiakan dirinya. Hanya manusia terhormat yang mau dan bersedia untuk berjuang, di tengah segala ketidakpastian, di tengah segala kemungkinan-kemungkinan tak menyenangkan.

Lain waktu, akan saya tuliskan mengenai betapa terpesonanya saya pada kata ‘berjuang’.

Sekarang, mari kita nikmati dulu blog kita yang sepi, sebelum esok menjadi ramai, dan kita sendiri tak kebagian tempat duduk untuk menyaksikan segala orkestrasi di dalamnya.

Salam.

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)

14 Comments

  1. Ping-balik: Google
  2. Ping-balik: Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *