DAGING SAPI MASAK SAUS TIRAM, EKSTRA LADA HITAM PUTIH

Dalam tubuh kulkas, sesungguhnya ada segumpal daging yang mempengaruhi jumlah tagihan listrik.

Maka, segumpal daging dengan taksiran bobot tak lebih dari 150 gram itu harus segera dieksekusi. Diputuskan untuk mengeksekusinya menjadi bentuk olahan ‘tumis lada hitam‘. Pada pagi hari, kami pergi ke pasar untuk mencari bumbu yang belum tersedia, terutama bawang bombay. Sebenarnya untuk masakan yang lebih syar’i, kami ingin mencari bawang Mekah atau Madinah, atau bawang Hadhramaut. Tetapi pedagang seantero pasar tidak menyediakan, dan hanya tersedia bawang bombay.

Ya sudah, Bombay saja cukup, asal bukan Kashmir, nanti ditembak tentara India atau Pakistan.

Sudah sudah, mari mulai langsung saja memasak.

Daging yang sudah dikeluarkan dari kulkas, diamkan sampai tak terlampau keras dan hilang bunga-bunga es yang menempel. Setelah itu rebus selama lebih kurang 15 menit, angkat, tiriskan, lalu iris tipis kecil berlawanan dengan serat daging. Selesai, sisihkan.

Biasanya, olahan tumis lada hitam menggunakan paprika merah sebagai sayur sekaligus ‘pewarna‘ agar lebih menarik. Tetapi karena di seputaran Piyungan sulit untuk mendapatkan buah (sayur?) kegemaran Sinchan, maka saya menggantinya dengan wortel. Ibarat pepatah, —tak ada fakta, hoax pun jadi—.

Selain bawang Bombay dan wortel, cabai hijau besar juga disertakan, sekadar untuk bagi-bagi kekuasaan warna. Cabai hijau besar diiris kecil kurang lebih sepanjang 1 cm, cuci bersih.

Bumbu yang digunakan juga sederhana. Bawang putih, saus tiram kemasan, kecap manis, garam, dan gula pasir, serta sedikit tepung maizena.

Setelah bahan dan semua bumbu siap, segera saja dieksekusi sebelum menimbulkan polemik berkepanjangan.

Bawang putih digeprek selanjutnya dicincang sedikit halus, tumis dengan minyak sayur sampai harum. Selanjutnya masukkan bawang Bombay yang juga sudah dicincang sebelumnya, tunggu sampai sedikit layu. Wortel dimasukkan bebarengan dengan cabai hijau, tunggu beberapa saat dan kemudian masukkan irisan daging yang sudah diungkep dengan bumbu.

Oh iya, bumbu untuk mengungkep atau merendam daging sapi yang sudah direbus sebelumnya, adalah campuran dari sedikit garam, dan dua atau tiga siung bawang putih yang dihaluskan. Tambahkan sedikit air, satu sachet saus tiram kemasan, dan juga kecap manis sesuai selera. Campur dan diamkan lebih kurang setengah sampai dengan satu jam.

Sampai dimana tadi?
Ooh ya, sampai ketika daging rebus yang sudah berbumbu menyusul masuk ke dalam wadah untuk memasak. Kemarin saya menggunakan wajan teflon ukuran sedang, warisan dari nenek moyang. Bisa juga menggunakan wadah lain sesuai ketersediaan, asal bukan berbahan plastik.

Setelah semua bahan masuk, aduk perlahan. Tambahkan garam, gula pasir, satu sachet saus tiram, dan juga kecap manis. Semuanya sesuai selera. Lebih suka masakan asin, perbanyak garam, suka yang cenderung manis, perbanyak gula pasir, kalau cenderung menyukai rasa gurih, jangan memasak tumis daging lada hitam.

Terus aduk perlahan, kemudian tambahkan sedikit air, kembali aduk sampai air merata mengenai semua bahan. Setelah air sedikit berkurang, tambahkan lada atau merica.

Sebagai informasi tambahan, karena lada hitam sudah bertobat dan kini menjadi lada putih, maka kami tidak menggunakan lada hitam. Butir lada putih ditumbuk atau diuleg, sampai masih pada tekstur kasar, jangan sampai halus. Kami tidak menyarankan menggunakan blender, karena blender akan membuat interaksi kita terhadap bumbu-bumbu menjadi berkurang. Serius.

Tambahkan lada sebanyak setengah sendok makan, atau sesuai selera. Sekali lagi saya tekankan bahwa semua penggunaan bumbu, adalah sesuai selera. Tak harus berpatok pada banyaknya bahan, atau panduan baku dari resep-resep serta buku-buku.

Terakhir, tambahkan tepung maizena yang sebelumnya sudah dicampur dengan air, tunggu sampai masakan terlihat mengental.

Sudah?
Matikan kompor, makan.

Oh iya, pada setiap prosesi memasak, atau mengolah bahan makanan apapun untuk dijadikan suatu sajian makanan, saya tak pernah melakukan ritual icipicip. Semua bumbu saya pergunakan dalam takaran ‘kira-kira’. Begitu juga ketika saya mengolah daging sapi dalam masakan ini, semua bumbu mulai dari garam sampai lada, adalah dengan takaran kira-kira.

Rasanya?
Tak perlu saya jelaskan di sini. Satu yang pasti, masakan saya selalu tandas dan berakhir dengan ekspresi tersenyum puas bagi siapapun yang menikmati.

Sebelum lupa, sebagai tambahan, cobalah untuk meminimalisir penggunaan penyedap rasa dalam membuat masakan. Bukan karena saya antipati terhadap micin, tetapi mencoba menghindarinya akan melatih anda untuk lebih peka dalam membuat takaran terhadap bumbu dasar. Ketika anda bisa sedikit saja peka terhadap penggunaan bumbu dasar dalam membuat suatu masakan, maka anda akan terlatih juga untuk lebih peka dan tak sembarangan menyebarkan berita-berita tanpa fakta.

Sederhana.

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)

12 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.