IKLAN SAMSUNG J SERIES, DAN KENAPA SAMSUNG HARUS MENGHENTIKANNYA

Anda pernah melihat iklan telepon genggam pintar dari Samsung? Samsung J Series?
Iklan dengan nuansa gelap dan hangat menampilkan kedekatan personal antar keluarga. Pernah melihatnya, sengaja atau tidak? Di layar televisi?
Pernah ya? Saya anggap pernah.

Samsung membuat iklan yang sedemikian ciamik sebenarnya, menonjolkan sisi kedekatan personal antar anggota keluarga. Mungkin, Samsung ingin merepresentasikan produknya sebagai sebuah produk yang lebih dari sekadar barang, namun juga mampu mendekatkan, sekaligus juga merekatkan hubungan kekeluargaan. Seperti Samsung sendiri yang ingin produknya dianggap sebagai bagian hidup keluarga sehari-hari, mungkin.

Siapapun konsultan atau pembuat iklan tersebut, sudah bekerja dengan cukup baik.
Andai saya adalah kriktikus iklan atau semacamnya, nilai iklan tersebut C+. Huruf C sudah cukup bukan?

Kenapa hanya nilai C?

Coba anda perhatikan ketika iklan tersebut sedang tayang. Ada yang aneh untuk iklan sebuah smartphone?
Tentu saja iklan itu aneh. Iklan kok justru memperlihatkan kelemahan produk.
Apa?
Layar mudah pecah!

Yup.
Mungkin iklan itu untuk menunjukkan kelebihan lain dari layanan purna jual berupa garansi kerusakan layar. Tapi siapa peduli garansi kerusakan layar? Setiap pembeli, pengguna, pemakai smartphone, pasti ingin barangnya awet, tak mudah rusak, tak mudah pecah, salah satunya ya dengan tahan jatuh.

Meski keseluruhan iklan sudah mendapat nilai baik, tetapi satu celah kesalahan itu harus dipertimbangkan oleh Samsung untuk lebih berhati-hati dalam waktu ke depan jika ingin kembali membuat iklan.
Mosok sekelas Samsung layarnya ambyar diatas karpet? Anda perhatikan?
Pecahnya layar smartphone Samsung J Series tersebut terjadi diatas karpet yang terlihat cukup tebal.

Saya bukan pemakai smartphone Samsung, dan belum pernah sekalipun memakai produk dari Samsung untuk telepon pintar. Tetapi saya peduli. Kepedulian saya lebih tertuju kepada suatu kenyataan bahwa Samsung adalah merk kebanggan masyarakat Korea. Seperti halnya kretek yang menjadi kebanggan masyarakat Indonesia, maka saya peduli, demikian pula dengan Samsung yang dibanggakan oleh masyarakat disana.

Jika ingin menunjukkan kelebihan layanan purna jual dengan sebuah garansi kerusakan layar, ada cara yang lebih elegan, dramatis, dan tentu saja tidak akan membuat produk Samsung J Series terlihat ringkih.
Misalnya saja dengan membuat sebuah ilustrasi kejadian ketika anak-anak berebut melihat dan memegang smartphone tersebut, lalu terlepas dan terlempar, lalu membentur tepi meja yang tajam.

Lebih masuk akal bagi sebuah layar smartphone untuk retak atau pecah ketika membentur sesuatu yang tajam dan keras daripada jatuh diatas karpet tebal.
Bagaimana, Samsung?

Contoh lain lagi,
Mungkin bisa dibuat semacam ilustrasi ketika smartphone tersebut diperebutkan, terlempar, terjatuh ke lantai, dan tak sengaja terinjak anggota keluarga lain yang sedang membawa nampan berisi teh.
Tentu saja masih dalam nuansa iklan yang sama, untuk mengedepankan suasana keluarga yang hangat, dan kedatangan pembawa nampan teh adalah untuk merayakan keberadaan smartphone baru di tengah keluarga.

Bagaimana Samsung?

Dibayar berapa mas oleh Samsung?
Andai saya dibayar oleh Samsung, tentu saran perbaikan iklan yang saya sampaikan jauh akan lebih baik dan lebih elegan daripada terbentur meja atau terinjak kaki.
Tetapi karena ini adalah saran gratisan, tentu saya kemukakan sesuatu yang umum, yang semua orang juga sepakat bahwa terbentur meja atau terinjak kaki jelas masih lebih masuk akal daripada pecah diatas karpet.

Untuk konsultan pembuat iklan, saya benar-benar minta maaf. Ini bukan bermaksud untuk ikut campur dalam urusan kreatif atau urusan kerja di dalam perusahaan sampeyan. Bukan pula bermaksud melecehkan atau menyepelekan. Tetapi semata agar tim dan perusahaan sampeyan juga bisa lebih berkembang lagi dalam masa-masa ke depan, dengan konten iklan yang lebih masuk akal.

Mungkin memang banyak iklan-iklan tidak masuk akal yang bertebaran. Seperti misalnya sebuah iklan produk pemutih kulit yang akan membuat pemakainya berkulit seputih sapi dalam jangka waktu pemakaian tertentu. Tetapi untuk sebuah smartphone dari perusahaan sebesar Samsung?

Saran saya, dan mumpung saya masih memberikan tarif gratis, segeralah Samsung untuk merevisi iklan tersebut. Jangan sampai dengan satu iklan yang kurang masuk akal, akan membuat masyarakat menjadi memukul rata terhadap produk Samsung yang tak tahan jatuh, mudah pecah.

Mengedepankan layanan purna jual berupa garansi layar boleh saja, tetapi jangan lupakan kekuatan dan nilai utama sebuah produk yang dijual. Kekuatan dan nilai utama sebuah smartphone terletak pada layarnya, sebaik apapun hardware maupun software didalamnya. Pertama-tama masyarakat akan melihat kualitas layar, lalu mulai menganggukkan kepala ketika layar yang hebat mampu membuat penggunanya maksimalkan isi didalamnya.

Omong-omong, saya pengguna televisi tabung Samsung semenjak tahun 2008, dan layarnya awet-awet saja meski pernah saya lempar dengan sebuah benda keras.
Mosok layar smartphone kalah berkualitas dengan sebuah layar televisi tua, ah.

***

Gambar : Samsung.com

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *