Info Tempat Wisata di Jogja dan Sekitarnya ; Alam, Tersembunyi

Berbicara mengenai tempat wisata di kota Jogja dan sekitarnya (Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo), tak dapat kita lepas dan sembunyikan tempat-tempat yang sudah terlanjur kondang, dan terkenal. Dari tempat wisata di kota, sampai daerah sekitarnya, dari yang berupa bangunan bersejarah, maupun bentang alam, semua sudah terpindai dalam peta.

Daerah Istimewa Yogyakarta, memang menjadi destinasi tujuan wisata. Walaupun saya sendiri belum pernah mengunjungi semuanya, meski hanya berjarak tak lebih dari sepelemparan sandal dari semua tempat wisata yang ada. Bahkan Malioboro, yang menjadi altar suci Jogja bagi wisatawan dari seluruh Indonesia, tak pernah lagi saya kunjungi dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Namun meski referensi wisata saya tentang Jogja sangat terbatas, tak ada salahnya juga saya bagi yang terbatas itu. Siapa tahu, ada beberapa yang anda belum pernah kesana, dan tertarik mengunjunginya. Atau mungkin, dari beberapa yang akan saya bagi, anda akan (kembali) tertarik mengunjunginya karena saya yang menyarankannya. Haasshhh.

Saya tak akan membagi informasi  tempat-tempat wisata yang sudah jamak diketahui. Juga kebanyakan yang akan sedikit saya bagi, semuanya adalah wisata alam, dengan atraksi utama adalah pemandangan alam.

Taman Kali Mudal

Salah satu sudut Taman Kali Mudal. Gambar diambil dengan kamera hape yang sudah sekarat.

Ini adalah tempat wisata dari Kulonprogo, berupa wisata alam dengan air terjun bertingkat sebagai panel utama. Taman Kali Mudal, akan memanjakan mata dan juga perasaan-perasaan terdalam anda mengenai keheningan, sesuatu yang mungkin hilang dalam keseharian.

Kali Mudal, adalah eksotika tanpa batas untuk mengiris perasaan terdalam anda mengenai keheningan, kesunyian, ketentraman, dan juga kenyamanan. Pada tempat lain, anda tak akan menemukan satu tempat yang sekaligus bisa memanjakan mata, dan juga melepas penat pada raga, serta membasuh jiwa yang mulai mengering oleh rutinitas dan hingar bingar.

Konon, kolam yang ini mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan.

Kedung Kandang

Kedung Kandang

Dari Gunungkidul, saya tak akan menyarankan deret pantai selatan untuk anda kunjungi. Selain karena deret pantai selatan sudah cukup kondang, saya sendiri kurang menyukai pantai pada masa-masa liburan, terlalu ramai.

Maka bagi anda yang sependapat dengan saya, silahkan kunjungi Kedung Kandang. Tempatnya berada di sisi selatan dari Gunung Api Purba Nglanggeran. Jika ingin kesana, saya sarankan untuk datang pada pagi hari, jangan lebih dari pukul tujuh anda sudah harus sampai di sana. Kenapa?
Karena selain udara yang masih segar, kepuasan untuk menikmati suasana yang nir-keramaian, anda juga akan menemukan sepetak surga.

Air terjun bertingkat. Gunakan kaki anda, belum ada lift atau eskalator.

Gunung Wangi / Bangkel

Gunung Wangi / Bangkel.

Dari Bantul, saya juga tak akan menulis atau merekomendasikan Parangtritis, dan juga deret pantai lain mulai dari Samas sampai Pantai Baru. Di sana, pada masa liburan, akan berasa seperti cendol. Untek-untekan. Bukannya fresh, anda akan unfresh. Saya sarankan, kalau ingin mengunjungi pantai, jangan bebarengan dengan masa liburan panjang.

Saya sarankan, anda mengunjungi tempat wisata alternatif, yang belum banyak dikunjungi orang lain. Anda akan bisa umuk dan sombong pada teman-teman di media sosial, juga mendapat pengalaman batin yang tak hanya berkutat pada seputar dunia wisata.

Saya sarankan, anda mengunjungi Gunung Wangi, yang terletak di dusun Bangkel. Dari jalan Wonosari, di timur Kali Opak, memandang ke arah utara anda akan melihat sebuah bukit yang menjulang. Ambil saja jalan ke arah sana, itulah Gunung Wangi. Pernah mendengarnya?

Kalau belum, saya sarankan anda mengunjunginya kesana. Apa yang ditawarkan Gunung Wangi memang belum selengkap dan sebaik tempat wisata lain yang ada di Jogja. Tetapi justru karena keaslian alam dan lingkungan sekitar itu, maka saya menyarankan anda mengunjunginya. Sebelum terlambat, sebelum nanti Gunung Wangi juga berkembang tak jauh berbeda dari tempat wisata lain, dengan pop mie dan cilok yang bertebaran.

Desa Wisata

Saya tak bisa menyarankan wisata alternatif yang lebih baik dari Sleman, selain desa wisata. Sementara kita kesampingkan candi-candi, atau juga Kaliurang dan sekitarnya. Untuk candi semisal Prambanan juga Ratu Boko, dan Kaliurang serta daerah sekitarnya seperti Kali Kuning dan Kali Adem, tentu anda sudah mengetahui kemahsyurannya.

Untuk wisata alternatif di daerah Sleman, saya sarankan untuk berkunjung ke desa-desa wisata yang ada, yang kini jumlahnya jauh lebih banyak dari parpol peserta pemilu tahun 2019.

Salah satu yang bisa saya rekomendasikan, adalah Dewi Pule. Sebentar, itu bukan dewi saudara Dewi Persik, atau dewi-dewinya Ahmad Dhani. Dewi Pule adalah akronim dari Desa Wisata Pulesari. Sebuah desa wisata yang berada di daerah Turi. Silahkan ketik di perangkat telepon pintar anda untuk mengetahui dimana Dewi Pule berada.

Kenapa saya sarankan desa wisata?
Desa wisata di Sleman sebagian besar dikelola oleh penduduk dan warga setempat. Dari warga, untuk warga. Sembari berwisata, tak ada salahnya bukan untuk ikut membangun perekonomian pedesaan dengan berkunjung ke sana? Langsung pada warga dan masyarakatnya. Anda bisa bercengkerama dengan penduduk yang ramah dan akan menganggap anda seperti saudara. Tak akan pula anda temukan harga komoditas, atau oleh-oleh, yang diberi label harga di luar batas nalar kewajaran.

Dengan berkunjung pada desa wisata, anda akan mendapat pengalaman berlibur, berwisata, yang jauh lebih berkesan dari sekadar mengambil foto untuk dibagikan di media sosial. Percaya?
Sudahlah, percaya saja. Saya tak mungkin tega berbohong kepada anda.

***

Bagaimana, ada yang membuat anda tertarik?

Untuk berwisata pada obyek alternatif seperti yang saya sarankan, ada baiknya anda lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Maksud saya, jangan terlalu banyak mengunjungi obyek pada satu hari atau satu kali perjalanan. Pada satu hari, saya sarankan untuk mengunjungi tak lebih dari dua tempat saja. Selain untuk mendapat kesan dan kenangan yang lebih mendalam, tubuh anda juga akan mendapatkan haknya untuk ikut menikmati liburan. Tentu anda tak ingin mendapati tubuh remuk dan hancur lebur karena terlalu lelah, karena terlalu terpaku untuk mengunjungi banyak tempat dalam satu waktu perjalanan.

Nikmati liburan anda, dengan tak tergesa berpindah dari satu tempat, ke tempat yang lainnya.

Dunia sudah bergerak dan berputar sedemikian cepatnya, tentu anda tak ingin tergulung di dalamnya tanpa makna.

Nah, selamat berlibur. Semoga kebahagiaan dan keselamatan senantiasa bersama anda semuanya.

Salam hangat.

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)

35 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.