Italia-Inggris, Prediksi Juara Piala Eropa 2020

Curva Est, ultras tanpa tim.

Italia akan menjadi juara Piala Eropa 2020.

Italia mengalahkan Inggris.

Skor 2-1 untuk Italia.

Federico Chiesa akan mencetak salah satu gol untuk Italia.

Sebelum lanjut pada tulisan tidak penting dibawah, catat dulu prediksi diatas. Sengaja saya tuliskan beberapa jam sebelum partai final Piala Eropa 2020 digelar, mempertemukan Italia vs Inggris. Bagi yang suka pasang skor, silahkan catat prediksi diatas, taruhkan semuanya, bwahahaha.

Final Piala Eropa 2020 kali ini menghadirkan kejutan, sekaligus bukan kejutan. Kejutan karena Timnas Inggris melaju sampai ke final, karena ini kali pertama mereka bisa melaju sampai ke final gelaran Piala Eropa. Namun Inggris melaju sampai ke final juga bukan merupakan suatu kejutan jika melihat kualitas individu dari para pemainnya. Mulai dari John Stones di belakang, Kyle Walker, Declan Rice di lini tengah, dan salah satu dewa lini serang terbaik saat ini di dunia sepakbola, Harry Kane. Melihat kualitas individu pemain mereka, bukan suatu kejutan kalau Inggris melaju sampai ke final.

Italia juga melaju ke final dengan membawa kejutan, sekaligus bukan kejutan. Kejutan karena pada Piala Dunia 2018 bahkan mereka tidak lolos dan dengan itu tidak ikut berpartisipasi. Namun juga sekaligus bukan kejutan karena pasca tragedi tidak lolos pada putaran final gelaran Piala Dunia 2018, Italia menjelma menjadi mesin perang menakutkan di lapangan hijau, bak tentara Romawi era tahun 27 Sebelum Masehi sampai dengan tahun 14 Masehi. Dan Roberto Mancini selaku pelatih menjelma bagai Kaisar Romawi saat itu, Gaius Octavius Augustus. Dengan kepribadian yang luar bisa, memadamkan ego masing-masing pemainnya, membuat mereka seperti saudara, menaklukkan Spanyol yang perkasa di semifinal. Dulu, Kaisar Augustus juga menaklukkan kerajaan nan hebat Carthago (Spanyol) dalam masa pemerintahannya.

Kini trofi Piala Eropa akan segera Going to Home, in Rome.

Trofi Piala Eropa akan pulang ke Roma, setelah terakhir kali trofi itu singgah pada tahun 1968, pertama kalinya Italia menjuarai gelaran Piala Eropa, dan satu-satunya karena setelah itu mereka dua kali gagal di final. Mereka kalah dramatis dari Perancis di final tahun 2000 oleh gol David Trezequet di masa sudden death, dan kalah hancur lebur dari generasi emas Spanyol di final tahun 2012. Kini selangkah lagi legion Italia akan menjadi juara untuk kedua kalinya, dan setelah sekian lama.

Inggris juga tak lantas akan terkapar tanpa daya pada partai final melawan Italia nantinya. Pasukan muda mereka setidaknya akan mempunyai energi lebih, kaki-kaki mereka jauh lebih kuat untuk berlari dan menyepak bola. Rerata usia pemain timnas Inggris dalam gelaran Piala Eropa kali ini adalah 24,8 tahun. Sedangkan rerata usia tim Italia adalah 27,8 tahun. Jelas secara fisik pemain Inggris lebih kuat dan lebih trengginas. Tentu saja itu akan sangat merepotkan barisan pertahanan Italia.

Duo bek Italia sudah mulai uzur. Giorgio Chiellini sudah 36 tahun, Leonardo Bonucci sudah 34 tahun. Sedangkan penyerang terbaik Inggris saat ini –Harry Kane– masih berusia 27 tahun. Belum lagi penyerang sayap Inggris seperti Jadon Sancho masih berusia 21 tahun. Masih sangat kuat dalam berlari dan berebut bola, otot-otot mereka masih terkoordinasi dengan baik untuk mampu lebih akurat dalam menembakkan bola ke arah gawang lawan.

Tetapi sepakbola buka hanya tentang usia, bukan hanya tentang ketahanan fisik, bukan hanya tentang berlari dan menggiring bola. Sepakbola adalah tentang orkestrasi indah dari ketahanan mental, rantai kuat nan elastis antar posisi, keteguhan dalam bertahan dari serangan lawan, dan kecermatan dalam membunuh lawan dalam sekali pukulan. Italia saat ini mempunyai itu semua.

Dalam fase penyisihan grup Italia tidak kebobolan dalam tiga pertandingan, mencetak 7 gol, dan membuat 60 percobaan tendangan ke arah gawang lawan. Berarti dalam satu pertandingan Italia membuat rata-rata 20 percobaan tendangan ke arah gawang, dan mencetak minimal 2 gol dalam satu pertandingan.
Sedangkan Inggris selama tiga pertandingan dalam fase grup hanya mencetak 2 gol, meski juga tak kebobolan dalam tiga pertandingan tersebut.

Dalam angka statistik, jelas Italia lebih menakutkan daripada Inggris. Tetapi sepakbola selain bukan hanya tentang usia, juga bukan hanya tentang angka.

Bisa saja Inggris akan menang dan membalikkan prediksi saya untuk menjadi juara. Tetapi rasanya sedikit mustahil, meski sekali lagi juga —tak ada yang mustahil di dalam sepakbola–.

Beberapa sebab di bawah ini mungkin bisa menjadi lembar perhitungan awal mengapa Italia yang akan menjadi juara.

1. Roberto Mancini

Seperti yang saya tuliskan pada paragraf awal, Mancini serupa Kaisar Augustus. Kuat mentalitas pribadinya, dan memang merupakan sosok yang mampu mempersatukan skuat Italia. Dibawah arahan Mancini, skuat Italia seperti saudara, kuat luar dalam, bakoh njobo njero. Mereka tidak kalah dalam lebih dari 30 pertandingan semenjak kegagalan lolos Piala Dunia 2018.

Selama tiga tahun menjadi arsitek timnas Italia, Mancini terus membuat propaganda dan secara dogmatis memberikan motivasi serta seruan kepada para pemain Italia bahwa mereka akan menjadi juara dalam gelaran Piala Eropa 2020.

Kini, selangkah lagi mereka akan juara.

2. Chiellini – Bonucci

Seperti yang juga sudah saya tuliskan pada paragraf terdahulu, mereka memang sudah berada dalam senjakala karirnya. Mereka sudah melewati rata-rata usia kompetitif pemain sepakbola. Meski begitu, mereka masih mampu bermain pada intensitas dan level tertinggi, serta jauh lebih berpengalaman dari siapapun yang bermain dalam partai final, entah pada timnas Italia atau bahkan Inggris.

Chiellini adalah bagian dari skuat Italia pada final tahun 2012. Tentu saja mentalnya sudah membaja dan terasah untuk bagaimana menyikapi tekanan pada partai final.

Pengalaman mereka adalah kunci jika nantinya terpaksa Italia harus memainkan catenaccio dalam menghadapi agresifitas pemain Inggris.

3. Federico Chiesa

Dia akan mencetak gol kedua Italia, dan oleh karena itu saya menuliskan namanya sebagai sebab ketiga mengapa Italia yang akan menjadi juara.

Pemain muda bernomor punggung 14 itu menjadi salah satu senjata andalan Roberto Mancini. Federico adalah senjata mematikan yang tak nampak mematikan. Kalem, tenang, namun begitu ada peluang emas untuk mematikan, maka ia akan melakukannya. Federico mewarisi bakat ayahnya –Enrico Chiesa–, pemain Italia pada era 1990an-2000an. Federico —seperti juga Enrico— adalah tipe penyerang yang tidak banyak melakukan atraksi dengan si kulit bundar. Namun sekali waktu melakukan atraksi, gol adalah output nyata dari atraksi yang dilakukannya.

Golnya pada menit 60′ dalam laga semifinal melawan Spanyol menjadi bukti sahih. Bahwa usia muda bukanlah jarak yang menghalangi seseorang untuk membuat keputusan penting, bahkan jika keputusan itu akan berpengaruh pada orang lain dan bukan hanya pada dirinya sendiri. Melalui tembakan atraktif melengkung dari dalam penalti, Federico mengecoh dua pemain bertahan dan sekaligus kiper Spanyol untuk mencetak gol. Ketiganya tak mampu bergerak dan seolah melihat sihir atas apa yang dilakukan Federico.

Itulah tiga alasan kenapa saya membuat prediksi bahwa Italia yang akan menjadi juara. Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa bukan Jorginho yang saya tuliskan sebagai alasan atau kunci ketiga yang akan mengantar Italia menjadi juara?
Sebagaimana tuan dan puan ketahui, bahwa Jorginho saat ini bagi Italia bukanlah alasan atau kunci, ia adalah nyawa.

Sebagaimana kita terhadap diri atau tubuh kita, tentu kita tidak pernah menyebut atau menuliskan nyawa sebagai salah satu bagian atau dalam anatomi tubuh kita. Ketika kita membuat daftar mana bagian tubuh yang kuat dan lemah, mana yang merupakan keunggulan atau kelemahan kita, tentu kita tidak akan menuliskan nyawa sebagai salah satunya.

Nah, Jorginho adalah nyawa yang akan menopang seluruh gerak taktis Italia sebagai tim, atau gerak personal masing-masing pemainnya untuk memenangkan pertandingan.

Anda tidak percaya prediksi saya?

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *