Jika Nurhadi-Aldo, Adalah Kepala Sekolah atau Madrasah

Ya tentu saja pilih salah satu, Nurhadi saja, atau Aldo saja. Keduanya sama-sama koplak (KOpyor kePaLa dan selAngKangannya).

Saya tertarik untuk sedikit saja berangan-angan, andai Nurhadi (saya pilih Nurhadi saja ya? kebetulan kawan saya ada yang bernama Nurhadi, kopyor juga) menjadi kepala sekolah, atau kepala madrasah.

Untuk sekolah umum atau madrasah, saya pilih andai blio jadi kepala madrasah saja ya?
Karena kebetulan juga saya sering numpang wi-fi di sebuah madrasah.

Sungguh dua kebetulan yang menyenangkan.

Kenapa saya tak mengangankan pasangan Dildo ini sebagai presiden dan wakil presiden?
Yaa karena saya tak bisa membayangkan mereka menjadi presiden dan wakil presiden.

Baeklah, kira-kira apa yang akan Tuan Nurhadi laukkan andai blio menjadi seorang kepala madrasah?
Saya kira, sebagai seorang yang concern terhadap dunia literasi, ditandai dengan banyak mengeluarkan quote serta kata-kata bijak, blio akan memulai dengan gebrakan pertama berupa Gembus (GErakan MemBaca Untuk Semua).

Gembus

Gerakan ini tentunya tidak hanya diperuntukkan bagi siswa atau peserta didik. Justru lebih diutamakan bagi guru dan semua pegawai. Agar apa?


Ya biar terlihat sangar, apalagi.


Mosok kepala madrasah beraninya nyuruh cuma sama anak-anak, harus berani juga nyuruh guru dan pegawai untuk membaca.

Membaca adalah kunci untuk meraih kesuksesan, juga kunci agar tak tersesat, selamat dunia sampai ke akhirat. Membaca apa saja, tidak hanya buku. Membaca cuaca, membaca tanda alam, membaca wajah orang lain, membaca iklan sedot WC, atau juga membaca peta.

Siapa bilang membaca pamflet iklan sedot WC itu tidak berguna?
Coba sekali waktu anda baca, perhatikan dan hafalkan nomor teleponnya. Suatu saat dalam keadaan darurat, telepon saja nomor tersebut. Saya yakin si pemasang iklan tidak akan ragu untuk menolong.
Kalau septic tank saja ditolong, apalagi sesama manusia. Ya to?

Gerakan membaca akan menjadi andalan Nurhadi ketika menjabat sebagai kepala madrasah. Paling tidak untuk menjaga popularitas di mata siswa, guru, pegawai, penjual cilok, penjual bakwan kawi, dan seluruh entitas yang ada di madrasah, termasuk dhedemit dan semua penghuni tempat-tempat angker madrasah, selama masa seratus hari kepemimpinan.
Memimpin madrasah itu tidak mudah, percayalah. Maka menjaga popularitas melalui program-program yang menggebrak sekaligus gratisan, harus dilakukan.

Membaca adalah program dan kegiatan paling murah meriah sejagad raya, namun jarang dilakukan.

Saya yakin se-yakin-yakinnya, kalau Nurhadi menjadi kepala madrasah, Gembus akan menjadi program yang digiatkan.
Kenapa?
Ya karena tinggal perintah saja, tak perlu keluar biaya.

Karena blio memimpin madrasah, suatu lembaga pendidikan khusus dengan latar belakang keagamaan, maka pastinya juga ada program spesial.
Bisa jadi nama program selanjutnya setelah Gembus adalah…

Hasu Penat

HAfalan SUrat PENdek BermanfaAT, disingkat Hasu Penat.

Ya tentu saja hafalan mengenai surat-surat pendek yang bermanfaat, bagi kehidupan sehari-hari. Agama, sangat lekat dengan asas manfaat. Agama mengecam segala sesuatu yang tidak bermanfaat, sia-sia, dan tiada guna.

Dalam agama, semua haruslah bermanfaat, sekaligus bahwa segala sesuatu tidak ada yang tak berguna.

Kenapa harus menghafal surat pendek?
Ya karena keterbatasan otak dan ingatan manusia dalam menghafal.

Secara umum manusia tidak bisa menghafal tulisan dengan panjang lebih dari dua ribu kata.
Lagipula kalau surat panjang, ngapain harus dihafal?
Cukup di-copy saja pada hape, selesai.

Surat pendek yang layak untuk dihafal contohnya saja adalah Surat Cinta Untuk Starla.

Bagi anak-anak madrasah yang masih berada dalam masa pubertas, surat semacam itu penting untuk menjaga kewarasan. Tentu saja, Surat Cinta Untuk Starla menyediakan semacam gombalan instan, singkat, padat dan jelas yang ditujukan untuk anak-anak tanpa bakat merayu.

Bayangkan, jika anak-anak itu sedang jatuh cinta dan kesulitan mengungkapkan perasaan mereka, bukannya justru hal itu akan mengganggu proses belajar? Menghambat kegiatan belajar mengajar jika tiba-tiba saking stressnya mereka berteriak-teriak di dalam kelas.
Nah, hafalan surat pendek mempunyai manfaat yang akan dirasakan bukan hanya oleh anak-anak. Tetapi secara khusus bagi madrasah, secara umum bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Selain Gembus dan Hasu Penat, saya kira masih akan ada banyak program lain yang dicanangkan oleh Nurhadi jika menjadi seorang kepala madrasah. Kira-kira…apa?

Mungkinkah…

Boleh ML

Belajar OnLinE Harian melalui Mobile Legend, disingkat Boleh ML.

Perkembangan jaman bergerak ke arah digital, tak dapat disangkal, dipungkiri, apalagi dihindari. Saat ini, semua serba digital, serba online. Jika dulu ingin naik ojek harus berjalan menuju ke pangkalan, sekarang tersedia aplikasi online yang akan memudahkan. Jika dulu ingin membaca dan mengetahui berita harus menunggu datangnya koran pagi, atau koran sore, kini setiap saat dan setiap waktu kita akan disuguhi berita, melalui portal online.

Saya yakin, Nurhadi yang visioner itu akan membuat program Boleh ML. Program yang akan membawa anak-anak madrasah mempunyai daya kemampuan untuk bisa bertahan, bahkan berkembang di waktu yang akan datang.

Salah satunya adalah membuat anak-anak karib dengan dunia digital, melalui sarana berupa game online.
Apalagi yang bisa membuat anak-anak antusias untuk belajar selain melalui media yang mereka sukai?

Pendidikan, proses belajar mengajar, bukan sebatas kurikulum atau RPP yang dibuat ndakik-ndakik oleh mereka yang sudah lupa rasanya menjadi anak-anak dan remaja. Mendekatkan mereka pada tujuan substansial pendidikan dengan media yang karib, serta tidak menakutkan.

Mobile Legend sebagai game yang saat ini sedang banyak digemari, dimainkan, dirasa akan berguna sebagai pintu untuk bisa memasuki alam digital yang lebih dalam.

Dengan anak-anak semakin akrab dan karib pada media online, digital, diharapkan akan memancing mereka untuk selanjutnya aktif sebagai pencipta, bukan hanya pengguna.

Dengan terobosan revolusioner Boleh ML dari Nurhadi, saya rasa tak membutuhkan waktu lama bagi madrasah untuk bisa menjadi mercusuar lembaga pendidikan formal di Indonesia. Menjadi contoh dan rujukan bagi metode pengajaran di madrasah lain, di sekolah lain.

Andai memang Nurhadi-Aldo

Tapi ya program-program itu memang hanya bisa terlaksana andai Nurhadi atau Aldo menjadi kepala madrasah. Kalau tidak, yaa saya rasa pendidikan di madrasah masih akan begini-begini saja.

Lhah?!
Kenapa tidak anda saja mencoba memberi masukan perihal program tersebut. Pada madrasah-madrasah atau sekolah?

Whaaa, ngajakin bercanda. Kan sekarang di madrasah atau sekolah sudah ada kepala masing-masing, ada guru-gurunya juga.

Kalau sudah ada mereka, kenapa harus saya?

Lagipula, seperti yang sudah disampaikan diatas, saya di madrasah cuma numpang wi-fi gratisan. Itu sudah.

12 Comments

  1. I’m extremely impressed along with your writing abilities and also with the structure in your weblog.

    Is that this a paid topic or did you customize it yourself?
    Either way keep up the excellent quality writing, it’s uncommon to peer a nice
    blog like this one these days..

  2. I have been browsing online greater than three hours these days, but I by
    no means discovered any interesting article like yours.

    It is pretty value enough for me. Personally, if all web owners
    and bloggers made excellent content as you did, the internet will likely be much more useful than ever before.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *