OBAT DARURAT SAKIT GIGI

Tiga bulan terakhir, gigi geraham belakang sebelah kiri bawah saya mengalami gangguan yang cukup tidak mengenakkan. Tanpa saya sadari ternyata ia berlubang. Awalnya tak terlalu menganggu, sampai kemudian menjelang lebaran mulai berulah. Kadang terasa sakit dan nyut-nyutan. Apalagi ketika dipakai untuk mengunyah, dan ada makanan yang tertinggal didalamnya. Ampun sudah sakitnya. Saya sudah pernah mengalami sakit hati, dan ternyata sakit gigi jauh lebih sakit. Mungkin almarhum Meggy Z tak pernah mengalami sakit gigi ketika menulis lagu legendaris itu.

Awalnya sembarang obat kimia saya konsumsi untuk meredakan rasa sakit. Mulai dari Paracetamol sampai antalgin. Memang beberapa jam rasa sakit kemudian hilang. Tetapi setelah itu kembali datang lagi. Sampai kemudian saya berpikir untuk menambalnya, atau mencabutnya sekalian. Tetapi saat ini niat itu saya urungkan. Selain karena takut berhadapan dengan jarum suntik, saya belum siap untuk ompong. Sudah kehilangan rambut cukup banyak di area dahi, mosok masih juga ditambah kehilangan gigi.

Niat untuk mencabut gigi saya urungkan gegara membaca satu artikel dari Komunitas Kretek. Disana dimuat satu artikel wawancara mengenai salah satu orang yang merebus tembakau untuk kemudian digunakan berkumur karena sakit gigi gegara berlubang.

Kemarin seharian gigi saya kembali berulah. Seharian terasa sakit dan tidak nyaman. Segera saja ketika sampai dirumah, saya persiapkan sebuah panci kecil diisi dengan kira-kira 200ml air. Dicampur dengan sebatang rokok Dji Sam Soe yang sudah dibuang kertas garetnya. Saya pakai tembakaunya. Setelah itu saya rebus dengan nyala api kompor kecil, ketika mendidih masih saya biarkan sampai air sedikit berkurang dan warna air berubah coklat pekat seperti warna air teh.

Sembari menunggu dingin saya gunakan waktu untuk merasakan dan meresapi rasa sakit yang sedemikian syahdunya. Memang benar kata pepatah bahwa “sesuatu yang paling berpeluang menyakiti kita, adalah hal yang paling dekat dengan kita.”
Gigi kurangajar ini, bagaimana dia adalah contoh raja tega. Kemana-mana selalu ikut, minta dibawa. Bahkan ketika menikmati makanan apapun, se-enak dan se-lezat apapun, dia juga yang pertama kali saya beri kehormatan untuk menikmatinya pertama kali. Tetapi mungkin karena memang gigi tak mempunyai akal budi. Mau saya marah seperti apapun, dia juga tidak akan mengerti, dan sakitnya malah akan semakin menjadi.

Dengan bumbu ketidaksabaran, akhirnya air rebusan tembakau itu dingin juga. Saya segera mengambil sebuah wadah lain, beserta alat penyaring. Air rebusan itu dituang ke dalam wadah lain dan ampas tembakaunya disaring. Beberapa kali sampai memang hanya tersisa air yang berwarna coklat pekat saja.

Segera saya gunakan untuk berkumur tiga kali. Setelah tiga kali saya mengambil kapas dan mencelupnya dengan air tersebut, kemudian saya sumpalkan serta saya gigit kencang pada gigi yang berlubang. Demikian dua kali, dan terakhir saya gunakan air itu untuk berkumur kembali.

Air rebusan itu, beraroma segar. Mungkin karena ada campuran cengkeh didalamnya. Sam Soe, adalah rokok yang menggunakan campuran tembakau dan juga cengkeh didalam setiap batangnya. Sedang rasa air itu ketika digunakan untuk berkumur, sedikit terasa pahit.

Sebelumnya saya tak berharap bahwa air itu akan bisa meredakan rasa sakit yang ditimbulkan gigi berlubang. Selain bahwa memang belum ada penelitian medis yang mengungkap perihal itu, saya tak mempunyai pengalaman mengobati sakit gigi dengan tembakau.

Tetapi hasilnya diluar dugaan. Sampai saat ini, gigi saya tak berulah lagi. Tak ada nyeri yang mengakibatkan nyut-nyutan. Gigi dengan lubang itu baik-baik saja ditempatnya.

Saya tidak tahu zat atau bahan apa yang terkandung didalam sebatang Sam Soe yang saya gunakan. Setahu saya bahan utamanya adalah tembakau dan cengkeh.

Saya juga tidak sedang menganjurkan siapapun yang sedang menderita sakit gigi untuk meniru metode tersebut, saya hanya sedang menyampaikan sesuatu.

Demikian, semoga berguna.

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)

10 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.