Pak Londo, Pertapa Yang Menyamar Menjadi Mekanik Motor

Pak Londo sedang setting motor Alex Rins

Gara-gara Bleky batuk dan lajunya tersendat di salah satu tanjakan Jalan Kaliurang, maka saya ‘terpaksa’ menghubungi sebuah nomor seluler, via WhatsApp. Bukan terpaksa sih sebenarnya, tetapi perasaan saya lebih condong untuk sungkan saja ketika menghubunginya.

Begini, kalau anda penggemar balap motor di Indonesia, misalnya road race atau drag race, pasti anda terkagum-kagum tak hanya kepada pembalapnya, namun juga mekaniknya.
Nah, pada mekanik-mekanik papan atas seperti itu, pasti ada perasaan sungkan dalam diri anda, ketika anda menghubunginya hanya untuk…..setting karburasi.

Seperti menghubungi Jeremy Burges hanya untuk membantu pasang busi. Aaiihhhh

Persis, seperti itu juga perasaan saya.

Sembari duduk di dekat taman bermain Kaliurang dan ngrokoti jagung bakar, saya sebenarnya ragu untuk menghubungi nomor itu. Iya, Pak Londo itu. Yang namanya saya jadikan judul di atas, dan pernah juga saya tulis secara sekilas disini https://anangaji.com/satriaku-my-beloved-bleky/.

Dulu, mekanik-mekanik kondang Indonesia seperti Pak Londo, hanya saya kenal melalui tabloid otomotif. Misalnya saja Ibnu Sambodo, Mameh Techno, dan yang lain. Kini, saya pernah menghubungi salah duanya.

Tetapi menghubungi hanya untuk meminta bantuan setting karburasi, rasanya kok ya bagaimana begitu.

Eh tapi ya, bodo amat. Bleky harus mendapatkan perawatan terbaik dari mekanik terbaik. Harus Pak Londo. Lha wong kalau Bleky dan saya sendiri turun ke sirkuit, hambok yakin Alex Rins atau Marc Marques juga kalah jauh.

Mekanik Rendah Hati

Pada pertemuan pertama dengan Pak Londo, beberapa bulan yang lalu, saya sudah cukup terkesima. Bagaimana ketika mekanik jenius itu begitu rendah hati, dan humble. Terbuka pada orang dan kenalan baru semacam saya.
Jenius? Nanti pada bagian selanjutnya akan saya tuliskan alasan kenapa dia saya katakan jenius.

Begitu pun ketika kemarin [15/08/2019] saya mengirimkan pesan, beliau membalas.
Tapi ya membalasnya kayak gitu, djiangkrik. Bwahaha. Nih tangkapan layarnya.

Le mbales nggapleki

Saya sudah panjang lebar nulis pesan, jawabnya sebiji emoticon saja, twelek kan. Ahahaha….

Eh itu dibawahnya lagi sebenarnya percakapan masih berlanjut, dan dia bersedia ‘mengobati’ Bleky. Hehehe

Satu hal yang saya menaruh penghormatan tinggi, bagaimana Pak Londo tidak terhinggapi virus arogan meski pernah berada di puncak popularitas dan puncak hingar bingar dunia balap Indonesia. Beliau tetap ramah dan dengan penuh kesungguhan mau menangani hal-hal kecil dan sepele.

Begitu juga ketika pada hari Jumat [16/08/2019] saya akhirnya bertandang ke workshopnya di dekat Pasar Jangkang, dia langsung mencoba Bleky.

Ga langsung dink, ketika saya datang Pak Londo sedang sibuk mengerjakan sebentuk mesin (milik Honda Tiger).

Saya tunggu diluar sembari mengisap sebatang tembakau lintingan.

Tak berapa lama beliau keluar dan meminta kunci Bleky dan mencobanya. Mencoba dimana kekurangan yang saya maksudkan.

Setelah itu, bongkar pasang dilakukan, sembari mencari setting yang tepat. Luar biasa. Saya selalu saja terkesima. Dengan totalitas dan kesungguhan beliau dalam bekerja. Sejurus setelah mencoba Bleky untuk kesekian kali, sembari membawa karbu di tangan dia bertanya ; “Pas terasa brebet berada di RPM berapa? Dan bukaan gas seberapa?”

“Haiyo embuh Pak. Numpak motor po ndelokne RPM.” (Ya gak tahu Pak. Naik motor kok sambil suruh lihat RPM). Saya jawab singkat sembari meringis.

Pak Londo nyengir, “Oiya ya.”

Setelah itu setting kembali dilakukan.

Mekanik serba bisa

Kalau ada suatu hal yang tak bisa dia lakukan dalam hal permesinan sepeda motor, saya kira itu adalah membuat busi dan kabel. Kalau sekadar membuat baut, beliau mempunyai seperangkat alat dan mesin bubut. Kalau membuat mesin-mesin yang tangguh dan kencang, beliau ahlinya.

Dulu, Pak Londo adalah mekanik utama dari beberapa pembalap dan tim balap papan atas Indonesia. Salah satunya sebut saja, Hokky Krisdianto. Yang lainnya, Pak Londo enggan menyebutkan detail namanya. Dia hanya bilang ; “Banyak pembalap top dan terkenal yang dulu saya menjadi mekaniknya.”

Menarik juga.

“Bahkan sampai sekarang saya masih sering dihubungi untuk diajak bekerjasama.”

“Kok ga mau Pak? Duitnya kan banyak?” Saya langsung bertanya balik.

“Capek mas, jauh dengan keluarga.” Jawabnya singkat.

Melihat secara sekilas saja pekerjaan di workshopnya, kita akan langsung bisa menyimpulkan bahwa Pak Londo adalah mekanik serba bisa. Motor-motor dari berbagai jenis dan merk semua ditanganinya. Tak pernah menolak dan memilih. Maka tak mengherankan jika banyak pembalap dan tim balap yang mengajaknya bekerjasama.

Bahkan, jika ada satu hal yang menjadi nilai lebih daripada mekanik lain di Indonesia, bahkan dunia, bahwa dia senang menulis. Semua riset dan hasil pekerjaannya dituliskan dalam catatan-catatan, dan dia berniat akan menerbitkannya sebagai sebuah buku.

“Tapi laptopnya hilang mas. Catatan dan riset yang tinggal menyusun tata letak dan urutannya itu, hilang bersama laptop yang dicuri.”

Bajingan, saya membatin. Maling asu.

“Ga ada copy-nya Pak?”

“Ga ada mas.” Pak Londo menjawab dengan raut wajah yang seketika berubah seperti menyesali sesuatu.

Saya kembali misuh di dalam hati. Tentu saja itu adalah sejenis sakit yang tak berdarah. Kehilangan catatan dan hasil penelitian.

Saya saja jika kehilangan sebuah tulisan tanpa belum sempat diunggah, misuhnya panjang lebar, padahal cuma tulisan sampah. Apalagi Pak Londo yang kehilangan banyak tulisan berisi riset dan penelitian.

Jenius

Ini adalah penjelasan kenapa saya pada bagian sebelumnya menyebut Pak Londo sebagai seorang yang jenius. Ternyata, beliau adalah otak utama di balik sebuah proyek dari Universitas Gadjah Mada [UGM] dari tim yang berjuluk Bima Sakti. Tim yang membuat sebuah mesin balap dengan fairing serupa mobil balap formula 1, dan menang dalam ajang perlombaan di Jepang.

Menang karena durabillity-nya, juga karena iritnya. Kompetisinya sendiri diadakan di sirkuit Suzuka, Jepang.

Jadi Pak Londo membuat mesin yang juara kencang, namun iritnya juga juara.

Selepas perhelatan itu, Pak Londo diundang dan diberikan penghargaan oleh UGM, karena telah mau mendidik dan menularkan ilmu kepada mahasiswa UGM.

“Itu piagamnya masih saya simpan, tapi lupa ditaruh dimana. Dan hal-hal semacam itu tidak membuat saya tertarik, makanya tidak pernah saya publikasikan.”

“Saya tidak ingin tenar.” Lanjutnya.

Beliau menambahkan, “Dulu pas ikut tim balap, saya lebih sering sembunyi. Asisten yang sering saya suruh untuk menemui wartawan. Jadi wartawan dan masyarakat tahunya asisten saya itu mekanik utamanya, saya sembunyi saja.” (Dasar mekanik setengah kopling)

Pada mesin yang menang kompetisi di Jepang itu, Pak Londo yang merancang desain silinder dan kepala silindernya. Tentu anda tahu kalau pusat pembakaran sebuah mesin, perihal irit dan tidaknya, ketahanannya, berada pada ruang bakar silinder. Dan Pak Londo yang membuat desain rancang bangunnya.

Jenius?
Tentu saja.
Silahkan anda berkunjung ke workshopnya, dan berikan nilai apakah beliau ini jenius atau tidak.

Anda tidak akan menyangka bahwa mekanik yang identik dengan celana kolor itu bisa mengalahkan puluhan insinyur dan ahli mesin dari berbagai negara, termasuk Jepang sendiri yang merupakan salah satu negara dengan industri otomotif yang sangat maju.

Begitu melihatnya dalam keseharian dengan kaus gombrong dan celana kolor, anda akan lebih menyangka kalau beliau ini pedagang sapi. Kebetulan workshopnya bersebelahan dengan pasar sapi.

Dekat dengan keluarga

Selepas malang melintang di dunia balap, Pak Londo memilih membuka workshop di dekat rumahnya. Waktu itu, dia bekerjasama dengan salah satu temannya. Sekarang ini workshopnya berada di rumahnya sendiri. Menyatu dengan rumah yang dia tinggali bersama keluarganya.

Alasannya berhenti dari dunia balap, adalah karena keluarga.

“Jarang ketemu keluarga kalau ikut tim balap. Bisa berbulan-bulan tidak pulang.” Katanya.

Bah, Bang Thoyib, saya membatin.

Setelah membuka workshop sendiri, nyatanya Pak Londo masih dicari oleh pemilik modal dalam dunia otomotif. Untuk diajak bekerjasama.

“Dari luar negeri mas. Waktu itu nilai kontraknya mencapai 25 juta rupiah per bulan, bersih. Sudah disediakan tempat tinggal juga.”

“Kok ga mau?”

“Saya memberikan syarat bahwa keluarga boleh ikut. Mereka menolak. Mereka baru akan menyetujui, setelah melihat hasil kerja dalam satu atau dua tahun. Saya yang ga mau. Saya pilih dekat dengan keluarga.”

Dua puluh lima juta rupiah ditolak, bersih tanpa potong pajak dan tanpa potongan uang jimpitan ronda. Bah.

“Itu dari Amerika mas.” Lanjutnya.

Busyeeettttt.

“Ga tahu juga kenapa mereka pilih saya waktu itu. Padahal kan mekanik di Indonesia ini ada ribuan.”

Apa karena namanya ‘Londo’ ya? Pikir saya.

“Tapi kan ya eman-eman Pak, ada peluang maju tidak diambil.” Saya mencoba memancing.

“Saya lebih memilih kenyamanan mas. Bagi saya, dekat dengan keluarga adalah sesuatu yang tak bisa ditukar dengan apapun. Dan saya sudah merasa nyaman serta bahagia seperti ini.”

Dus, betul juga. Jadi terbayang semacam pertapa yang memilih kenyamanan dan kebahagiaan dengan mengasingkan diri di ketinggian pegunungan, menjauh dari hingar bingar dunia persilatan.

Lagipula kalau Pak Londo waktu itu berangkat ke Amerika, lalu siapa yang akan menangani Bleky? Ya to?

Sayangnya percakapan yang menarik itu harus terhenti. Sepenggal hari sudah tergelincir menuju sore. Lagipula, Bleky sudah selesai dalam mendapatkan perawatan. Tak enak juga rasanya berlama-lama mengobrol sedangkan lawan bicara sedang ditunggu banyak pekerjaan dan kewajiban.

Saya sendiri berharap Pak Londo akan terus berkarya. Yaaa setidaknya sampai saya mempunyai cukup uang untuk membangun sebuah sepeda motor laiknya sepeda motor road race kelas seeded.

Kalau Pak Londo sudah membuatkan saya sepeda motor sekelas road race itu, terserahlah dia mau jadi ke Amerika atau malah mau jadi dosen teknik mesin di UGM.

Oh iya sebelum tulisan ini saya tutup, perlu anda ketahui satu hal penting. Seorang jenius pasti pandai dan fasih mengumpat atau misuh. Nah, Pak Londo ini kalau misuh, jyaannn…assyuuu tenan. Bwahahaha.

6 Comments

  1. Good day,

    My name is Anthony Russell, a UK registered private Investment Manager .

    We seek individuals with Financial Management knowledge that are capable of handling investment portfolio and management from private investors. If you have fund management abilities, credible projects in need of loan, JV or existing businesses that requires expansion we will be delighted to work with you on a minimal ROI .

    Details will be provided on hearing back from you with your business executive summary via my direct email : anthonyrussell@deximinvestmentsolutionsukltd.com

    Kind Regards,

    Anthony Russell
    Managing Partner
    Tel Line: +447440934362

  2. Oh begini to ceritanya pak Londho Tech… Ya malah saya sungkan, Ngarap motor 2tak 135cc ya cuma laiknya garap sepeda roda tiga, we ming ngencengke rantai.

    Baiknya ini pak Londo di ajak mekaniknya mbah rossi saja… Mbok dadi podium maneh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *