Pembubaran FBOA

Secara tak resmi, FBOA saya bubarkan.

Demikianlah.

Hal tersebut saya putuskan pada hari minggu yang tak cerah, dengan mendung dan gerimis tipis. Banyak alasan dan pertimbangan yang harus saya ambil dan lakukan, sebelum mengambil keputusan untuk membubarkan.

Tetapi alasan ini didasari oleh satu hal yang jelas, bahwa saya terlalu narsistik.
Narsistik saja sudah dalam definisi keterlaluan. Nah, ini masih ditambah kata terlalu.

Keberadaan FBOA yang secara sepihak saya ‘nyatakan’ ada, ternyata tidak baik bagi saya.

Serius, dan saya tidak sedang bercanda.

Mungkin bagi beberapa orang, keberadaan FBOA yang pernah saya nyatakan ada itu adalah suatu guyonan. Iya memang guyonan, tetapi itu guyonan yang cukup serius. Seperti guyonannya Giant dan Nobita.

Giant yang narsisnya minta ampun, dan Nobita yang tololnya kadang ga ketulungan. Perpaduan pas untuk menghasilkan rasa sawot dan jengkel pada para penonton. Termasuk anda?
Apakah anda juga termasuk dalam barisan yang kadang tertawa namun sekaligus jengkel melihat adegan antara Giant dan Nobita, serta terkadang ditambah Suneo yang flamboyan eceran?

Nah, mungkin anda salah satu yang terkadang jengkel menyaksikan guyonan mereka? Guyonan yang cukup serius bagi saya. Tentu anda tahu sebabnya. Kepalan tangan Giant dan solidnya kepala Nobita. (Kini saya semakin sadar serta yakin, bahwa memang Nobita itu asli buatan Jepang. Awet, meski sering dihajar Giant)

Adegan yang ditampilkan Three Musketeer dari Jepang itu ditambah Doraemon yang ga doyan nguber tikus, terkadang membuat saya jengkel, meski kadang sembari tertawa.

Tetapi pagi tadi, tawa saya mendadak tak lagi renyah. Langsung saja saya kepikiran :

“Bukankah saya ini perpaduan ketiganya? Narsistik yang lemah sekaligus norak.”

Nah, pada titik kesadaran semacam itu, tiba-tiba saya teringat FBOA. Ahahaha…

Betapa narsis dan menggelikannya klaim sepihak yang saya lakukan itu. Mengklaim anak orang lain sebagai fans, padahal anak-anak itu tak pernah sekalipun menyatakan diri sebagai fans.

Baru kali ini ada seorang tolol yang menyatakan diri sebagai idol, dan sekaligus membuat fanbase untuk dirinya sendiri. Hahahaha…

Namun masih ada untungnya juga bahwa saya kemudian menyadari hal itu, tanpa lebih lama lagi berlarut-larut.

Begini masalahnya :

FBOA yang saya klaim itu, adalah anak orang. Bisa jadi anaknya terima-terima saja saya klaim demikian itu, tetapi orang tuanya?

Bukankah tak lebih hanya guyonan?
Bagi saya, iya. Guyonan yang cukup serius.

Tetapi bagaimana jika orang lain kemudian menangkap hal itu hanya pada sisi seriusnya saja dan tak lengkap tanpa guyonannya?
Bisa menjadi hal yang serius kuadrat. Padahal saya ini tak terlalu suka hidup yang serius.

Bukannya saya takut dengan omongan orang lain, dan apalagi penilaian orang lain. Sama sekali tidak. Apalagi jika hanya digunjing bahwa saya ini narsis dan bla bla bla lainnya. Tak masalah.

Yang kemudian juga menjadi masalah dari hal itu, saya ingin menghindarkan orang lain menggunjing diri saya. Kasihan yang menggunjing. Begitulah, bukan karena saya merasa bermasalah dengan digunjing. Tetapi karena alasan tertentu, saya ingin menghindarkan orang menggunjing saya. Alasan tertentu yang tak bisa saya ungkapkan. Hanya saja, memang kasihan kalau ada yang sampai menggunjing dibelakang karena sikap narsistik saya.

Sikap ya, bukan sifat. Pada dasarnya saya orang yang tertutup dan tak begitu suka bergaul. FBOA saya nyatakan ada pada awalnya memang karena sikap. Kalau masalah saya dekat dengan anak kecil, itu adalah sifat. Bisa ya membedakan, ahaha.

Tak usah terlalu panjang tulisan ini. Toh hanya pernyataan saja bahwa mulai saat ini FBOA saya bubarkan, secara tidak resmi.
Iyalah secara tidak resmi, lha wong pembentukannya juga tak resmi.

Sesuatu yang diawali dengan tak resmi juga harus diakhiri dengan tidak resmi.

Bye Bye FBOA, sampai jumpa besok pada event yang lebih resmi, pada gelaran pilpres 2029 atau 2034. Done.

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)