Pengingat Untuk Diri Sendiri

Monitoring CPNS di Kabupaten Sleman

Untuk diriku sendiri, kiranya engkau perlu mengingat hal-hal sebagaimana akan aku tuliskan dibawah ini. Setidaknya ini sebagai pengingat untuk diri sendiri, dirimu sendiri.

Ini adalah pengandaian dengan akurasi realita mendekati 98,35%. Jadi semoga bisa membantumu untuk berkontemplasi, dan selanjutnya banyak mensyukuri, kemudian berusaha menjalani hidup sebaik mungkin.

Andai saja tiga tahun lalu Tuhan tidak memutuskan adanya fitnah kejam datang pada kehidupanmu, kira-kira apa yang akan engkau dapatkan dan engkau tidak dapatkan.
Setidaknya bisa aku sebutkan bahwa andai tidak ada fitnah kejam itu, engkau tidak akan tahu bahwa ternyata di Kota Tegal ada sate kambing muda yang enaknya sundul sampai ke bulan. Benar kan?

Engkau tidak akan tahu mengenal sate ikonik Kota Tegal itu, karena aku yakin engkau takkan pernah melawat sampai ke Kota Tegal jika masih bekerja di selatan gunung Merapi.

Jujurlah pada dirimu sendiri, hargai dirimu sendiri, bahwa ketika engkau memutuskan untuk berpindah ke pantai utara, engkau sedang menjalankan revolusi atas dirimu sendiri. Yakinlah bahwa revolusi itu kini berada dalam jalan yang semestinya, tidak tersesat pada jargon dan paradigma lama. Engkau benar-benar menjalankan revolusi itu sesuai dengan amanat awal, bahwa engkau menginginkan perubahan dan pengalaman dalam kehidupanmu.

Jika tidak berpindah ke pantai utara, engkau juga tidak akan tahu bahwa masakan rumahan di Cilacap itu begitu membuat lidah menjadi manja. Engkau takkan pernah merasakan hasil olah keterampilan tangan yang membuat mangut cakalang itu begitu lezatnya. Sungguh lezat sampai engkau lupa untuk berhenti makan sebelum kenyang.

Jika waktu itu engkau tidak memaksa dirimu sendiri untuk berani mengambil sikap revolutif, engkau takkan tahu bahwa disepanjang pinggir jalan pantai utara dari Pati sampai Rembang itu ada petani garam. Engkau terheran-heran dengan banyaknya gunungan kristal putih dengan rasa asin itu. Engkau berhenti untuk sekadar mengambil foto, sembari masih terheran bagaimana air bisa mengkristal. Engkau takkan pernah tahu itu jika tak memberanikan diri pergi merantau jauh dari asal muasalmu.

Setidaknya, hargai usahamu, agar engkau bisa dengan ringan berjalan melangkah menuju ke depan.

Bayangkan jika saja waktu itu, tiga tahun yang lalu pada sekira akhir tahun 2017 sampai dengan awal 2018 orang yang mempunyai kuasa untuk membuat Surat Keputusan adalah orang atau pejabat yang pintar, dan bukan sibodoh itu. Tentu pejabat yang pintar takkan pernah membuangmu, karena tahu potensimu. Karena engkau tidak dibuang, maka engkau tidak akan mempunyai daya revolusi untuk mengubah kehidupanmu. Engkau akan terjebak dalam zona nyaman yang membahayakan serta melenakan. Jika sudah terlena, maka engkau akan puas hanya hidup di dalam sangkar. Padahal, engkau adalah orang yang suka berpetualang, penasaran dengan segala apa yang belum engkau ketahui.

Jika waktu itu yang berkuasa membuat Surat Keputusan atas dirimu adalah orang pintar —dan bukan sibodoh itu—, aku yakin engkau takkan pernah tahu bahwa sarapan pagi di hotel Novotel Solo itu demikian nyamlengnya, gratisan pula. Dengan cara apalagi engkau akan bisa sarapan sepuasnya dengan menu yang demikian menggoda, selama tiga hari berturut-turut tanpa mengeluarkan biaya? Cukupkah uangmu? Sedang waktu itu untuk membeli BBM pertalite lima puluh ribu rupiah saja dompetmu sudah berteriak kesakitan.

Untung saja waktu itu ada sibodoh —dan engkau harus mensyukuri keberadaan orang bodoh secara kontekstual—, sehingga engkau tahu menginap di hotel Best Western Solo Baru secara gratis selama tiga hari itu sama dengan nominal gajimu satu bulan. Bayangkan saja jika engkau harus membayar. Setahuku, engkau dulu hanya karib dengan penginapan kelas melati dengan suguhan teh panas dan rempeyek kacang.

Maka, syukuri dan nikmati segala apa yang menimpamu, entah yang terasa menyenangkan ataupun menyakitkan. Percaya saja bahwa Tuhan menyayangimu, dan engkau masih lah kesayanganNya.

Terakhir, dan aku sengaja tidak berpanjang lebar agar engkau bisa mengulang membaca pesan pendek dariku ini :

Untung saja Tuhan memberi petunjuk pada Mamak dan Bapakmu untuk memberimu nama Guritna yang berarti adalah juga nama lain Gatotkaca. Bukan agar engkau dengan gagah berani melawan Adipati Karna dan senjata Kunta Wijayandanu, bukan itu. Melainkan agar engkau bisa terbang tinggi melintas langit, agar tekad dan mentalmu kuat laiknya baja, agar engkau tak lupa tentang hakikat asal usul kemanusiaanmu, seperti Raden Gatotkaca.

Hidup memang tak mudah, hidup memang penuh fitnah, oleh karena itu jangan pernah lengah. Tetaplah menjadi baik meski berada ditengah yang buruk, tetaplah menjadi kuat meski menjadi lemah terlihat lebih menguntungkan, tetaplah menjadi dirimu sendiri dengan jati dirimu sendiri meski dipaksa untuk menjadi bukan dirimu.

Salam sayang, dari dirimu sendiri.

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)

351 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *