PILIH MEMBACA ATAU OLAHRAGA

Foto Blog 3

Hampir setiap orang di dunia ini tidak membantah bahwa membaca adalah suatu hal yang penting, teramat penting malah. Selain menambah wawasan serta pengetahuan, membaca buku bisa menjaga ingatan untuk tetap segar, menjaga pikiran untuk tetap tajam, membantu untuk cepat tidur (cobalah, membaca membuatmu cepat mengantuk), dan oleh karena itu juga membaca mempunyai efek yang signifikan bagi kesehatan tubuh, melalui kesehatan jiwa serta pikiran.

Begitu juga olahraga. Tak ada orang yang akan membantah bahwa olahraga adalah salah satu kegiatan positif yang layak untuk menjadi sebuah agenda rutin harian. Dengan berolahraga, otot akan terbiasa bergerak, dan oleh karena itu akan mengurangi resiko penyakit otot seperti kaku, kram, bahkan juga kesemutan. Olahraga juga bisa memicu produksi dan atau pelepasan hormon-hormon yang berpotensi membuat tubuh terasa lebih segar, perasaan menjadi senang, dan hati serta pikiran menjadi tenang.

Tentang apa saja jenis hormon yang diproduksi ketika berolahraga atau manfaat-manfaat lain yang didapat dari olahraga, silahkan dicari sendiri sumber-sumbernya. Sudah terlalu banyak tulisan yang mengupas mengenai dua hal tersebut.

Dalam tulisan ini akan kita bahas mengenai hal lain. Mengenai dilema ketika suatu kali kita dihadapkan pada dua pilihan sulit, apakah akan memilih membaca buku atau berolahraga. Bagi yang mempunyai banyak waktu senggang, tentu tidak masalah untuk memilih membaca, dan tetap berolahraga. Begitu juga tetap berolahraga, namun tak kurang waktu untuk membaca.

Namun bagi yang tak banyak waktu luang. Bagi yang seharian sudah bekerja dari petang fajar sampai petang senja, bagi yang mempunyai kegiatan dengan rentang jarak waktu antar kegiatan begitu rapat, memilih adalah keniscayaan.

Menjadi dilematis ketika dua kegiatan tersebut, membaca dan berolahraga, sama-sama merupakan dua kegiatan favorit yang menempati prioritas pertama ketika mempunyai waktu untuk mengerjakannya. Bagaimana bisa memilih satu dari dua yang sebenarnya tak ingin pilihan dijatuhkan, sebenarnya tak ingin memilih, sebenarnya kalau bisa meminta, sedikit saja tambahan waktu lagi dalam sehari agar bisa mengerjakan semuanya.

Memilih diantara dua hal yang sama-sama disukai, sama-sama dicintai, disayangi, teramat sulit. Kecuali kalau kamu adalah Edy Rahmayadi yang Gubernur Sumatera Utara, sekaligus Ketua Umum PSSI. Kamu tak usah memilih, dua-duanya boleh dijabat sekaligus, mampu atau tidak urusan belakangan.

Tetapi kalau kamu bukan Pak Edy, tidak mempunyai kemampuan memeluk dua sekaligus, ya satu saja, termasuk urusan memilih membaca atau berolahraga.

Jadi, pilih membaca atau berolahraga sebaiknya?
Kalau jawaban saya, ya tetap dua-duanya.

Karena baik itu membaca maupun berolahraga, mempunyai fungsi atau manfaat masing-masing meski sama-sama mempunyai efek yang baik bagi kesehatan.

Membagi waktu adalah kuncinya.

Misalnya saja hari kerja atau hari aktifitas rutin harian anda adalah lima hari dari Senin sampai dengan Jumat, dimulai pagi hari sampai sore hari sekira jam empat atau lima. Maka bagi saja dalam tiap hari itu untuk berselang-seling membaca buku atau berolahraga.

Misalnya saja hari Senin sepulang bekerja dijadwalkan untuk berolahraga, hari Selasa untuk membaca, Rabu kembali berolahraga, Kamis membaca, Jumat kembali lagi berolahraga. Atau dengan variasi yang bisa anda buat sendiri sesuai dengan kondisi dan situasi.

Pembagian hari seperti itu bukan juga hal baku. Bisa juga dua hari membaca, dua hari berolahraga. Atau seminggu membaca, seminggu berolahraga.

Terserah saja dalam membaginya, asal tidak membagi anggota DPRD kota Malang untuk sidang komisi. Apanya yang mau dibagi, apanya yang sidang komisi, lha wong mereka sebentar lagi disidang karena korupsi.
Kembali olahraga atau membaca lagi, ngomongin anggota DPRD Kota Malang FIX ABSOLUT bikin emosi.

Bisa juga pada hari Sabtu atau Minggu ketika anda libur, aktifitas olahraga dan membaca dilakukan dengan melibatkan anggota keluarga, anak istri dan atau suami. Dari aktifitas tersebut, sekaligus anda mengajarkan gemar membaca juga berolahraga pada anak anda. Memberi contoh kegiatan yang berguna serta bermanfaat daripada sebagian besar siaran televisi.

Kalau belum berkeluarga?
Kalau belum mempunyai anak?
Ya ampun, ajak saja keluarga teman anda, atau anak calon mertua, gampang!

Berolahraga dan membaca, sebenarnya juga bisa dilakukan dalam satu waktu sekaligus. Misalnya saja karena anda lebih menyukai berolahraga di tempat terbuka, taman kota misalnya, anda bisa sekaligus membawa buku. Di sela istirahat, anda bisa gunakan waktu untuk menghela napas serta membaca daripada mengedarkan pandangan mata yang berpotensi menambah dosa.

Yang terpenting dari itu semua, adalah tingkat kesadaran untuk bisa mengukur diri sendiri, apakah membaca atau berolahraga yang lebih dibutuhkan. Ketika aktifitas seharian sudah membawa kondisi fisik menuju kelelahan, maka beristirahat sembari membaca jauh lebih berguna untuk dilakukan. Begitu juga sebaliknya.

Tetapi eh tetapi, jika anda termasuk golongan manusia unik bin ajaib, yang malas membaca, tidak suka membaca, juga enggan berolahraga, tetapi tetap menginginkan manfaat dari membaca atau berolahraga, jangan khawatir karena ada solusinya.

Pertama, anda bisa membaca raut wajah orang yang berseliweran di pasar sembari berjalan-jalan. Bedakanlah mana sales rokok, sales sabun, sales sampo, penjual jamu, penjual bawang, tukang kredit, atau bahkan copet dan jambret. Bukankah membaca tak harus buku, huruf dan angka? Baca dan bedakanlah raut-raut wajah penghuni pasar, sembari berjalan-jalan. Manfaatnya setara dengan anda rajin membaca buku dan berolahraga, bahkan lebih mungkin saja.

Kedua, perbanyak melihat orang yang sedang membaca atau berolahraga.
Apa manfaatnya jika hanya melihat orang yang membaca atau berolahraga?
Ya setidaknya mata anda masih cukup normal dan sehat untuk digunakan.

Begitu ya, jangan sampai malas,
Bergerak, bergerak, bergerak.

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)

16 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.