Puisi Yang Tak Usai (3)

Kita terbiasa dengan gegap gempita
Sehingga hening sejenak saja, kita merasa menderita

Kita terbiasa mengayunkan langkah
Sehingga diam sejenak saja, membuat kita jengah

Kita terbiasa berlari
Sehingga berdiam diri membuat kita bergidik ngeri

Kita terbiasa mengumbar
Tanpa terbiasa pula untuk menahan
Sehingga dalam hening yang samar
Kita merasa sedang dihukum Tuhan.

Mungkin Tuhan hanya ingin kita sejenak berhenti
Untuk menengok waktu yang telah kusam terinjak langkah kaki
Mungkin Tuhan hanya ingin kita kembali membuka lembaran lama
Apakah yang selama ini kita panjatkan adalah doa, ataukah sekadar keinginan yang kita paksakan untuk dikabulkan-Nya

Mungkin…mungkin saja…

Semesta kemungkinan terbuka luas hampir tak berbatas
Pada benak manusia, apalagi pada kedalaman hatinya

Mungkin Tuhan sedang merindukan kita
Untuk melafalkan doa tak hanya sebatas kata
Untuk bersujud tak hanya sekadar menekuk lutut
Untuk menyapa-Nya tak hanya ketika kita merasa menderita

Mungkin…mungkin hanya saya, bukan anda, apalagi kita.

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *