Resep Dan Cara Membuat Martabak Manis

Hari Minggu, ente-ente netijen nyang budiman mo pada ngapain aje?

Ini nih buat yang hari Minggu cuma nyengoh aja di rumah. Ga piknik, ga jalan-jalan, ga blanja, ga ngapel, ga pacaran, ga kumpulan trah, ga arisan, ga nggosip, ga ngrumpi, ga kampanye, mati segan hidup ga mampu, — saya kasih resep —.

Resep bagaimana caranya bisa jadi crazy rich yang besok kalau nikahan bisa ngundang Lady Gaga ples Kim Jong Un.

Hwehe..bercanda dink…

Resep dan rumus bagaimana cara membuat pesawat yang mirip sama buatannya Pak Habibie. Ga kalah sama Boeing atau Airbus. Pokoknya tokcer….

Bahan-bahan Martabak Manis

Siapkan dulu bahan-bahannya, nih saya kasih. Mudah, murah, gampang di dapat.

Bahan adonan :

  • 200 gram tepung terigu [protein sedang].
  • 1 butir telur.
  • 75 gram gula pasir.
  • 1/4 sendok teh garam.
  • 10 gram vanili.
  • 250 mililiter air bening.
  • 1/2 sendok teh soda kue.

Bahan toping :

  • Margarin
  • 25 gram gula pasir.
  • Susu kental manis.
  • Ceres cokelat.
  • Keju.
  • Kacang tanah sangrai [hancurkan kasar].
  • Pisang.

Alat-alat

Siapkan juga alat-alatnya ya, my luv. Bahan siap tapi ga ada alat ya sama saja seperti peluru tanpa senapan. Ga bisa buat nembak. Sama juga seperti aturan hukum atau undang-undang tapi tanpa perangkat penegaknya. Ah ngelantur….

Ini alat-alatnya :

  • Kompor [sekalian gasnya].
  • Loyang [pinjam tamengnya Captain America juga bisa].
  • Spatula kecil [bisa pinjam Spongebob].
  • Pisau, atau golok juga boleh.

Cara membuat adonan martabak manis

Kita anggap semua bahan dan alat sudah siap ya, my luv.

Pertama-tama takar air bening sebanyak 200 ml, masukkan ke dalam wadah. Tambahkan gula pasir 75 gram, garam, lalu aduk perlahan sampai gula dan garam larut bersenyawa dengan air. Setelah benar-benar larut, masukkan tepung terigu, aduk perlahan.

Perlahan saja mengaduknya, seperti kamu mengaduk-aduk perasaan si dia. Aduk perlahan, konstan, dalam gerak yang ritmis namun tidak menumpahkan. Pastikan bahwa tepung tercampur sempurna dengan larutan air. Kalau sudah tercampur namun kamu belum puas mengaduknya, silahkan aduk-aduk terus sampai kamu puas, dan sampai adonan menangis.

Kalau sudah, biarkan dan istirahatkan adonan sampai sekira 30 menit. Ya, adonan yang kamu aduk-aduk itu juga butuh jeda dan istirahat. Kamu kira, diaduk-aduk sedemikian rupa itu tidak melelahkan, pho???

Adonan itu tentu saja juga lelah, maka biarkan ia beristirahat selama 30 menit. Diamkan saja, tak usah juga kamu usap air matanya. Biarkan tenang dengan sendirinya.

Sembari menunggu 30 menit, setelah sampai 20 dan tinggal menyisakan 10 menit, kamu bisa mulai memanaskan loyang, dengan api kecil. Oh iya maaf lupa, loyang yang saya sarankan adalah loyang tebal yang biasa digunakan oleh penjual martabak manis di pinggir jalan. Saya tidak menyarankan memakai teflon. Karena resep dan cara ini saya ujicoba pada loyang tebal semacam itu. Kalau tidak tebal, takutnya tidak kuat menahan panas dan cobaan.

kira-kira segitu saja apinya.

Api kecil akan membuat panas loyang menjadi merata, secara perlahan. Panas merata yang didapat secara perlahan akan lebih baik untuk hasil yang optimal. Kalau panas yang didapat adalah panas yang seketika dan mengagetkan, takutnya terkena serangan jantung atau stroke loyangnya, kasihan.

Setelah 30 menit terlewati, dengan diam dan mengendapkan diri, tambahkan sebutir telur, soda kue, dan air bening 50 ml. Ulangi lagi mengaduknya pelan dan perlahan, sampai tercampur tanpa ada ganjalan dan gumpalan.

Takaran yang saya sampaikan adalah untuk dua porsi. Maka bagi dua adonan secara adil dan merata. Kalau anda menurut resep dari saya, maka total volume akhir adonan adalah 500 ml. Bagi dua, masing-masing 250 ml. Harus benar-benar adil daripada mendapat gugatan dari salah satunya. Kalau tidak mampu adil, sebenarnya satu saja sudah cukup bagimu.

Cara memasak martabak manis

Pastikan loyang yang tadi dipanaskan, sudah benar-benar panas. Bisa dengan dipegang secara langsung, atau menggunakan termometer. Kalau mau aman, dikira-kira saja kalau memang sudah panas secara merata.

Masukkan 250 ml adonan ke dalam loyang, tepat di tengahnya, nanti adonan itu akan merata sendiri ke pinggir. Gunakan sendok untuk menempelkan sedikit adonan pada tepi loyang. Diamkan.

Iya, sudah diamkan saja. Sudah diaduk-aduk, sekarang dipanaskan, kasihan kan. Maka diamkan saja, sampai….

Sampai hati adonan terlihat banyak lubang, tambahkan sekira 25 gram gula pasir, dengan cara ditaburkan secara merata. Merata di atas permukaan adonan yang masih terlihat basah, namun juga sudah mulai beranjak dewasa matang.

kira-kira begini ketika ditambahkan gula pasir.

Setelah ditaburkan gula, kembali diamkan sampai adonan terlihat padat dan matang.

Setelah matang, angkat. Caranya :
Dengan spatula kecil hasil meminjam dari Spongebob, sedikit demi sedikit mulai dari pinggir, dari adonan yang mengering di tepi loyang, spatula ‘disisipkan’, lalu seperti gerakan mengiris arahkan spatula melingkar ke seluruh tepi loyang.

Salah satu tanda matang atau belumnya, mantan adonan yang tetapi masih calon martabak manis itu akan mudah lepas dari loyang jika sudah matang.

Angkat, letakkan di piring atau wadah yang sudah disiapkan, lalu tutup sekira 45 detik dengan tutup panci atau tutup apapun yang bisa kamu temukan di dapur.

Topping martabak manis

Setelah 45 detik terlewati, oleskan margarin secara merata pada permukaannya. Secara halus dan merata. Setelah kamu aduk-aduk dan panaskan, saatnya mantan adonan itu diberikan olesan yang halus dan merata pada mukanya. Agar dia bahagia dan tidak mengganggu hidupmu lagi.

Setelah mengoleskan margarin, potong menjadi dua tepat pada diameter tengahnya. Harus tepat membaginya.

Setelah dipotong, taburkan ceres cokelat sampai keseluruhan permukaan tertutup. Setelah ceres, tambahkan susu kental manis putih. Secukupnya, juga secara merata.

Dalam hal ini, kata ‘secukupnya’ akan menguji seberapa peka perasaan kamu.

Setelah susu, tambahkan keju parut. Bisa diparut dahulu sebelumnya, lalu taburkan secara merata. Bisa juga langsung diparutkan diatasnya.

Jika sudah, tumpuk kedu bagian yang sudah diiris. Pertemukan dua bagian muka yang terkena topping. Istilahnya bijimana yak? Telangkupkan, begitu?

Kalau sudah, kembali oleskan margarin secukupnya untuk terakhir kali pada bagian atas setelah ditelangkupkan.

Iris dengan besaran dan ukuran sesuai selera, lalu buang.

Iya, mau dibuang atau dimakan atau dijual juga terserah.

Saran dan resep dari saya hanya berhenti sampai pada cara membuat dan menyajikannya.

Demikian, semoga berguna, semoga bermanfaat. Mau langsung dicoba boleh, enggak juga terserah.

Selamat berhari Minggu.

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)

14 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *