Senin Yang Tak Menyenangkan, Doa Untuk Seorang Kawan

Saya baru saja menyelesaikan sholat Subuh [24/06/2019] dan membuka hape untuk memeriksa apakah ada pesan masuk. Meski terkadang pesan yang masuk hanya dari beberapa grup Whatsapp, namun tetap saja perlu untuk dilihat apakah ada kabar atau berita yang cukup penting. Tetapi kemarin ada pesan masuk yang bukan dari grup, melainkan dari seorang kawan. Tumben.

Saya membukanya, dan seketika tangan saya gemetar. Kawan saya itu memberi kabar bahwa seorang kawan saya yang lain sedang tak sadarkan diri, dan sampai pesan dikirimkan kepada saya, masih dalam kondisi tak sadar dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Saya segera membalas, namun dengan uraian kata yang hampir seperti formalitas belaka. Otak saya buntu, dan pikiran saya berkecamuk. Perihal kawan saya yang tak sadarkan diri itu. Kabar yang begitu mengganggu, karena hari Jumat sebelumnya [21/06/2019] saya masih bertemu dan berjabat tangan. Ada sedikit rasa sesal bahwa kami hanya bertemu serta berjabat tangan, namun tidak berbincang. Waktu itu saya juga sedang tergesa, maka memang tak ada obrolan yang terjadi diantara kami.

Kawan yang memberi kabar itu kemudian mengirimkan dua buah gambar yang merupakan hasil tangkapan layar dari percakapan yang dilakukan kawan saya yang lain lagi. Mengabarkan bahwa kawan yang tak sadarkan diri itu, mengalami pecah pembuluh darah, harus mendapat rujukan pada rumah sakit yang lebih besar, dan sedang menjalani observasi guna menentukan langkah tindakan medis.

Saya tertegun, kawan saya yang tak sadarkan diri sudah saya anggap sebagai seorang kakak. Usianya terpaut sekira sepuluh tahun dari usia saya. Dulu kami sering keluar untuk sekadar ngopi atau makan siang bersama kawan-kawan yang lain. Hanya setelah saya berpindah tempat kerja saja, maka kami jadi jarang bertemu dan berbincang. Namun komunikasi lewat hape masih sering kami lakukan.

Saya benar-benar menyesal tak sempat mengobrol dan berbincang dengannya pada hari Jumat ketika kami bertemu itu.

Tak ada sebab penyakit atau masalah kesehatan serius yang diidap oleh kawan saya itu. Setahu saya ia hanya mempunyai kadar asam urat cukup tinggi. Maka yang pertama saya pikirkan adalah ia tak sadarkan diri karena sebab kadar asam uratnya sedang terlalu tinggi.

Namun menurut kabar selanjutnya yang saya dapat, bahwa kawan saya itu tiba-tiba tak bisa bergerak selepas bangun tidur pada sore hari. Lantas ia dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya. Dalam perjalanan ia muntah-muntah dan tak sadarkan diri. Kemudian pada tengah malam rumah sakit pertama merujuknya pada rumah sakit yang lebih besar untuk dilakukan observasi serta tindakan lanjutan.

Menurut observasi, kawan saya itu mengalami gejala stroke yang disebabkan pecahnya pembuluh darah.

Saya langsung semakin lemas mendapati kabar bahwa kawan saya itu mengalami gejala stroke, dalam usianya yang masih cukup muda. Pikiran saya melayang kemana-mana. Gerangan penyakit apa stroke itu sebenarnya.

Saya pernah menemui beberapa orang yang mengalami gejala stroke, namun kesemuanya sudah masuk dalam kategori usia lanjut. Sudah lebih dari enam puluh tahun ketika divonis menderita stroke. Maka pikiran saya menjadi ngrambyang. Bisa juga stroke mendatangi manusia dengan usia yang relatif masih muda.

Menurut info dari berbagai sumber, stroke sendiri terbagi menjadi dua macam atau penyebab. Stroke Iskemik dan stroke Hemoragik. Iskemik dan hemoragik sendiri juga masih terdiri dari beberapa penyebab.

Saya sendiri tak tahu kawan saya itu mengalami stroke jenis apa, saya tidak peduli. Saya hanya peduli dengan suatu kemungkinan serta harapan bahwa kawan saya itu bisa kembali sehat seperti sedia kala.

Memang ada faktor-faktor resiko yang menyebabkan stroke, diantaranya :
– hipertensi
– diabetes
– kolesterol tinggi
– obesitas
– penyakit jantung

Entah apa penyebab sebenarnya. Maka sepanjang hari saya hanya bisa berdoa, agar kawan saya itu lekas sembuh seperti sedia kala.
Bagaimanapun, saya tak pernah bisa mendapati kawan atau saudara dalam keadaan tidak baik.

Semoga lekas sembuh, bro.

7 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *