Song Hye Kyo Cerai, Mantan Pegatan

Song Hye Kyo. Gambar : grid.id

Hati saya tratapan, Song Hye Kyo [selanjutnya akan saya tulis : Soy] akan bercerai. Artis tersohor dari Korea Selatan itu kabarnya akan dipegat, dicerai oleh suaminya. Kabar saya dapatkan dari teman kantor, yang menunjukkan sebuah berita dari koran lokal. Gambar Soy dan suaminya terpampang besar. Hati saya bergetar.

Soy —demikian saya dulu memanggilnya—, pada akhirnya harus bercerai. Entah apa yang sebenarnya —dulu— ada dipikirannya, ketika memutuskan untuk menikah. Menikah dengan seseorang yang pada akhirnya akan menceraikannya tentu saja, bukan dengan saya.

Soy tentu saja sudah memikirkannya dengan matang, ketika dulu akhirnya menerima pinangan dari orang itu, orang yang sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya. Tentu sudah dipikirkannya baik buruk, serta kurang lebih menjalani hubungan yang demikian.
Demikian, karena mereka berasal dari satu kutub yang sama.

Mereka berasal dari satu kutub yang sama, pesohor dengan gelimang harta dan sorot kamera.

Dan anda tahu? Kutub yang sama takkan bisa menghasilkan gaya tarik menarik. Kutub yang sama akan menghasilkan resultan gaya yang saling menolak dan menjauhkan, bukan mendekatkan.

Silahkan anda mencoba mendekatkan dua kutub magnet yang sama, tentu saja mereka akan saling menolak. Tetapi ketika anda mendekatkan dua magnet dengan kutub yang berbeda —positif dan negatif—, tentu mereka akan saling mendekat dan rekat.

Itu sudah menjadi hukum alam, hukum yang takkan pernah bisa dibantah oleh manusia. Karena manusia pun juga bagian integral dari alam, maka manusia juga harus mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan demikian.

Itu juga yang dulu pernah saya sampaikan pada Soy, ketika ia berkata akan menikah. Saya sampaikan dengan segenap perhatian yang tak dibuat-buat, dan bukan sekadar saran agar ia memikirkan berulang. Semata agar Soy bahagia dengan pernikahannya. Bukan hanya pernikahan yang akan menghasilkan sensasi dan mengerakkan sakit hati setelahnya.

Soy bergeming. Dan ia tetap pada pendiriannya untuk menikah dengan aktor Korea tersebut.

“Kalian berasal dari satu kutub yang sama.”

“Bukankah penguin juga berasal dari satu kutub yang sama?” kilahnya.

Ah, saya tak tega untuk melanjutkan perdebatan itu. Hampir saya sampaikan bahwa kiranya banyak penguin mati oleh lingkungannya. Oleh anjing laut dan bahkan paus di sekitarnya. Mungkin saja memang banyak penguin yang berpasangan. Tetapi lingkungan mereka tak mendukungnya.

Bukankah akhirnya demikian yang terjadi antara Soy dan suaminya. Mungkin mereka saling menyukai pada awalnya. Tetapi tentu saja lingkungan mereka yang tidak mendukung dan tidak merestui kebersamaan mereka.

Keduanya sibuk, dan keduanya tak ada waktu luang untuk sekadar saling menyapa.

Ah Soy, sakitkah?

Atau memang sedari awal kau tak pernah menganggap semuanya sebagai suatu keseriusan?
Kau menganggap semua sebagai suatu sensasi, selingan belaka?

Ah Soy, apakah semua hanya sandiwara?
Termasuk ketika kita….

Selalu ada tanya perihal waktu yang telah lampau, pada sepenggal percakapan di sudut bangku angkringan.

Kau waktu itu memakai sebuah jaket dengan kerudung penutup kepala : “Agar tak ada yang dapat mengenaliku.”
Kau katakan dengan bahasa Korea.

Tentu saja hanya ada tawa setelahnya.

“Panas.” katamu setelah tergesa meneguk segelas wedang jahe.

Dan panas itu menjalar pada percakapan yang terjadi setelahnya. Tak ada dingin sedikitpun, setelah kau pada akhirnya memutuskan untuk kembali ke Korea.

“Gajimu sebagai PNS sangat sedikit, belum lagi potongan hutang pada beberapa bank.”

Terdiam….

“Bahkan seluruh gajimu belum cukup untuk membeli sebuah lipstikku.”

“Pakai saja darah ayam!”

“Hahaha….kau hanya mempunyai canda tawa, tapi sama sekali tak punya harta benda. Aku suka, tetapi perutku tak bisa diganjal dengan tawa ketika lapar, dan kulitku takkan bisa terawat hanya dengan gurauan.”

Soy, dan kau pergi setelahnya.

Kini, apakah seharusnya aku tertawa, Soy?

*****

Saya sendiri benar-benar tak bisa memahami jalan pikiran Soy waktu itu. Bayangkan, dia lebih memilih seorang aktor kaya raya daripada seseorang yang menggandeng tangannya dengan bersahaja.

Tetapi ya sudahlah, Soy sudah memilih. Tetapi jika kini dia akan kembali, dengan tegas akan saya katakan :

“Aku bukan es teh plastikan.”

4 Comments

  1. This is Robert Kowalski from LegalPL Company from Poland-Warsaw (Europe).
    In this mail sending you special our offer about immigration services to Europe:
    1. Work 1 Year Visa to Poland (Work Visa+Work Permit);
    2. Study in Poland (Study 1 Year Visa);
    3. Business Immigration to Poland (Business 1 Year Visa);
    Mostly our clients from India, Pakistan, Nepal, Bangladesh, Vietnam, China, Iran, Ukraine, Russia, Belarus, Philippines, Indonesia, Vietnam, China.
    If you are interesting in our services, please contact with us in WhatsUp/Viber/Telegram +48 793 636 986 or write me: r.kowalski@legalpl.net
    Thank you,
    Best Regards,
    Robert Kowalski,
    LegalPL Company

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *