Tetap Berolahraga Agar Tak Seperti Thor

Avengers. Gambar : Pixabay

Sudah menonton Avengers : Endgame? Yang katanya menjadi film terlaris di dunia sampai saat ini?

Kalau belum, tak usah menonton. Percayalah, daripada kecewa dan menitikkan air mata.

Saya sendiri juga kecewa, gegara satu hal besar. Ah ini nanti akan mengandung spoiler, dan melahirkan kekecewaan bagi anda yang belum menontonnya.

Ah ya tapi biar saja. Biar anda yang belum menonton semakin penasaran, hahahaha….

Saya buka satu saja hal yang membuat saya memelototkan mata, dan ingin tertawa karenanya. Yaitu….perut Thor.

Bangsat betul sutradaranya.

Bwahahaha….

Saya yang tiap hari [semakin] rajin berolahraga agar bisa mirip-mirip dengan pemeran Thor atau Captain America, mendadak merasa mual dan ingin berhenti berolahraga.

Bagaimana tidak, meski dengan perut tambun, Thor tetap bisa mampu mengangkat Mjolnir —palunya itu—, dan juga tetap mampu menebas kepala si…….hingga mampus. [Thor berperut tambun sodaraaaaa….]

Betapa sebenarnya berolahraga sangat tak berguna.

Untung saja perut Steve Roger aka Captain America tak ikut-ikutan membuncit tambun seperti Thor. Andai kedua tokoh itu tambun semuanya di serial Avengers terakhir ini, maka saya akan juga memutuskan untuk berperut tambun. Tetapi untungnya saja, tidak…

Kalau sampai berperut tambun, saya harus mengeluarkan anggaran berlebih untuk membeli kain dan membuat celana, atau membeli celana baru ukuran 34 atau 35. Kan ya boros toh…

Sampai ketika saya menulis tulisan ini, isi kepala saya tak henti berpikir bagaimana bisa Thor dimunculkan dengan bentuk tubuh seperti itu. Saya banyak tertawa sembari menuliskan ini.

Asu tenan…

Tetapi eh tetapi, bukankah ini peluang?

Saya akan tetap berolahraga, dan siapa tahu kelak akan menggantikan pemeran Thor di film berikutnya???
Ya kan???
Ya..??? Ya..??? ya..?? ya..?

Eh monyet, mana ada Dewa Petir tingginya cuma 169 sentimeter? Itu dewa atau potongan pohon jambu? [sebuah suara keras menyambar telinga]

Dikisahkan secara tersurat bahwa Thor mengalami depresi akibat kegagalannya membunuh Thanos pada perang besar sebelumnya. Karena depresi, ia lebih banyak mengurung diri, tak banyak beraktifitas, dan berlebihan mengonsumsi minuman keras.

Begitulah, terkadang perasaan bersalah terhadap sesuatu, membuat kita mengabaikan berbagai hal lain yang sebenarnya tak patut kita abaikan. Termasuk berolahraga.

Jangan pernah meninggalkan olahraga, atau anda setiap bulan harus membeli celana baru, dengan ukuran lebih besar..hahahaha

Saya akan tetap berolahraga, tetap melakukan body workout, agar paling tidak mengurangi anggaran pengadaan celana.

Apalagi di bulan puasa seperti ini, konsumsi makanan yang berminyak akan cukup meningkat. Selain berpotensi menebalkan lemak di area perut dan pinggang, juga berpotensi menaikkan kadar kolesterol di dalam darah.

Jangan pernah menyepelekan kolesterol jahat di dalam tubuh anda, meski ia tak terlihat. Musuh yang tak terlihat jauh lebih berbahaya daripada musuh yang bisa anda pukuli sesuka hati.

Kolesterol tiba-tiba akan membuat leher anda tegang, kaku, dan membuat segala aktifitas menjadi tidak menyenangkan karena ketidaknyamanan yang dirasakan. Lebih dari itu, pada skala massif, kolesterol tinggi dalam darah akan membuat penyumbatan pembuluh darah, dapat memicu stroke, bahkan serangan jantung.

Nah kan, jangan-jangan Thor juga sedang diintai kolesterol, dan sedang dalam detik-detik diancam oleh stroke serta serangan jantung?

Olahraga akan membuat jantung menjadi lebih aktif, dan berdetak serta memompa darah lebih kencang. Dengan demikian, maka aliran darah di dalam pembuluh darah juga deras serta kencang, dan pergantian darah kotor menjadi darah bersih juga lebih cepat terjadi. Aliran darah yang cepat serta bersih, akan meminimalisir penumpukan kerak akibat kolesterol di dalam pembuluh darah.

Mungkin contoh mudahnya seperti ini :
Jika anda pernah melihat sungai kecil dengan aliran yang lambat serta tak deras, tentu akan banyak terlihat sampah menumpuk dari lingkungan sekitar. Karena aliran yang kecil itu tidak mampu membawa dan membersihkan kotoran yang terdapat dalam badan sungai.

Begitu juga logika dalam peredaran darah manusia, meski tak sama persis seperti itu. Hanya saja, aliran darah yang deras dalam pembuluhnya, serta sirkulasi pertukaran darah bersi-kotor yang relatif cepat, akan mengurangi dalam skala besar potensi kolesterol mengendap dalam pembuluh darah.

Baiklah sahabat sehat yang ingin pinggangnya ramping meski tiap berbuka puasa makan gorengan…

Kolesterol hanya satu masalah diantara banyak masalah lain yang akan mungkin timbul jika kita mengabaikan olahraga. Selain kolesterol, gangguan asam urat juga mungkin terjadi. Tekanan darah yang tidak stabil juga sangat mungkin terjadi, bisa tinggi ataupun rendah. Gula darah yang tinggi juga akan sangat mungkin terjadi. Tentu anda juga sudah tahu kalau gula darah tinggi adalah akibat dari banyaknya konsumsi gula, namun tubuh tidak mengeluarkannya sebagai tenaga. Gula darah berlebih dan terus menerus akan memicu penyakit diabetes.

Sudah tahukah anda mengenai penyakit diabetes?
Yang kalau sudah terlanjur kena, anda bisa mengalami korengan namun tak sembuh-sembuh.

Saya bukan sedang menakut-nakuti, ini fakta saja mengenai berbagai dampak yang akan terjadi, jika tubuh kita kurang berolahraga. Perihal kolesterol, sebenarnya anda juga tak akan terjangkit meski kurang berolahraga. Caranya, jangan sekalipun makan makanan yang diolah dengan cara digoreng. Ingat, jangan sekalipun. Saya jamin, anda tak akan terkena kolesterol meski kurang berolahraga.

Tetapi jika anda masih ingin makan gorengan, ya imbangi juga dengan olahraga rutin. Tak harus olahraga berat. Sering saya sampaikan, jalan kaki juga adalah olahraga, dalam bentuknya yang paling mudah dan natural. Lakukan jalan kaki dengan cukup intens dalam durasi yang cukup pada keseharian kita, maka tubuh akan meresponnya dengan menjaga kesehatan kita.

Baiklah sahabat gorengan pinggir jalan yang ramping pinggangnya….

Tak peduli bahwa sekarang Thor sudah tambun, saya akan tetap berolahraga.

Tak peduli juga kalau nanti akhirnya sudah berolahraga, tetapi perut tetap membuncit, yang penting kan sudah berusaha.

Ahahahaha….

Salam sehat.

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)

11 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.