Tips Memilih Kamera Bagi Pemula

Tulisan ini benar-benar ditujukan untuk pemula, atau yang awam dengan kamera, dan merasa tertarik ingin membelinya.

Jadi sebelum dilanjut, bagi anda yang sudah mengerti, paham, serta profesional atau merasa profesional, ahli, ekspert, atau apapun itu mengenai kamera, silahkan minggat. Tak usah lanjut baca, serius.

Serius, sana minggat, ealah masih disitu aja Komoooo….

Kamera menjadi bagian penting dan [mulai] tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari banyak orang saat ini.

Sedikit-sedikit foto, sebentar-sebentar foto. Upload upload upload.

Mungkin beberapa dari anda sudah mulai bosan dengan kualitas pamer foto melalui hape, yang kualitasnya begitu-begitu saja dari sisi ketajaman dan kejernihan warna.

Mungkin terlihat jernih dan padat dengan warna di layar kecil, tetapi begitu dilihat melalui layar yang lebih besar, ambyar.

Begitulah hasil gambar dari kamera hape, setidaknya sampai saat ini.

Bagi anda yang ingin mengeksplorasi lebih jauh mengenai fotografi, dan tak hanya sebatas selfi-pamer, maka memang saatnya beralih pada kamera yang lebih besar, dengan lensa betulan.

Yup, lensa betulan, yang bundar bulat di depan kamera itu.

Bukan lensa kamera hape yang gedenya cuma selubang cacing.

Memilih kamera bukan perkara gampang sebenarnya, kecuali kalau anda banyak uang dan bisa langsung ganti beli lagi ketika satu kamera tak memenuhi harapan dan ekspektasi. Tetapi kalau anda pemula dengan anggaran terbatas, maka perlu banyak-bamyak mencari referensi dan informasi, mengenai ‘ketepatan’ kamera yang sesuai keinginan kita.

  • Apakah kita akan menggunakannya sekadar untuk mencuri foto gebetan di kampus atau di kantor?
  • Apakah kita akan menggunakan kamera untuk lebih banyak berdiam mengambil gambar pemandangan?
  • Apakah untuk menemani traveling?
  • Apakah untuk belajar mengambil foto model-model cantik?
  • Apakah untuk memotret koleksi mainan?
  • Apakah untuk lebih banyak membuat video?
  • Apakah lebih banyak digunakan pada tempat serta cuaca ekstrim?
  • Apakah besar kecil ukuran kamera menjadi pertimbangan anda?

Apakah apakah apakah?

Pusing kan?
Mampus dah.

Tetapi ANG akan membantu anda. Untuk mengerucutkan kebingungan menjadi kemantapan. Sehingga anda tidak salah memilih kamera sebagai teman sehari-hari anda. Oh iya, jangan salah. Selalu anggap kamera sebagai teman anda. Seperti Tsubasa menganggap bola sebagai temannya. Siapa tahu, kelak anda akan menjadi profesional dalam bidang fotografi, seperti Tsubasa yang kemudian menjadi profesional dalam bidang sepakbola.

Kamera itu sendiri sekarang sudah terbagi menjadi dua kelompok besar. Antara kamera dengan teknologi lawas SLR [Single Lens Reflex] dan kamera mirrorless. SLR sendiri saat ini sampai pada generasi digital, yaitu Digital SLR [DSLR]. Apa yang membedakan antara SLR, DSLR, ataupun mirrorless, silahkan cari referensi sendiri ya.
Butuh dua atau tiga artikel untuk menjelaskan perbedaan tiga jenis kamera tersebut. Sedangkan penulis membuat setengah artikel saja sudah pusing bukan main.

Yang jelas, teknologi SLR masih menggunakan film sebagai media penangkap gambar. Kalau anda ingat, yang satu roll bisa digunakan mengambil foto sebanyak 36 kali itu. Yang kalau beli roll film-nya biasanya di tanya oleh penjual mau yang ASA berapa. Apakah ASA 100, ASA 200, atau ASA 400.

Kalau DSLR, menggunakan media digital sebagai penangkap dan penyimpan gambar. Gampangnya, DSLR adalah versi digital dari SLR. Roll film digantikan dengan memory card. Begitu.
Teknologi dasarnya masih sama, dengan kaca sensor di belakang lensa untuk menangkap obyek gambar. Maka dinamai Single Lens Reflex [SLR].
Kamera jenis ini mungkin sering anda temui berwarna hitam dengan ukuran agak besar. Dengan merk Nikon atau Canon.

Mirrorless, berarti tanpa kaca. Bisa dikatakan inilah teknologi paling mutakhir dari benda bernama kamera. Tak ada lagi kaca sensor sebagai media penangkap obyek. Semua diolah secara digital. Maka, ukuran kamera mirrorless juga lebih kecil dari kamera SLR atau DSLR.

Tak usah terlampau jauh membahas jenis-jenis kamera, daripada penulis juga akan bertambah bingung. Langsung saja nanti kita bahas pelan-pelan, pada poin-poin yang harus dipertimbangkan dalam memilih kamera.

1. Harga kamera

Harga kamera adalah poin penting dan utama yang harus menjadi pertimbangan. Ketersediaan atau kecukupan dana untuk menebus kamera, adalah hal paling penting.

Jelas saja, karena sampai saat ini membeli kamera tidak boleh menggunakan daun atau potongan kertas koran. Harus dengan uang. Terserah uang tunai, transfer, atau uang digital. Pokoknya uang.

Harga kamera sendiri sangat bervariasi, mulai dengan harga 3 atau 4 jutaan, anda sudah bisa membeli dan mempunyai kamera.

Tetapi ANG sarankan, untuk membeli kamera beserta lensanya, dengan harga minimal 7 atau 8 juta rupiah. Kenapa saya sarankan membeli kamera sudah beserta lensa?
Karena beberapa kamera dijual hanya body-nya saja, tubuh kamera saja, tanpa lensa. Maka pastikan ketika anda membeli, sudah include beserta lensa.

Tak ada gunanya kamera tanpa lensa.

Kenapa juga disarankan dengan harga minimal sekian itu?
Semata agar anda tidak kecewa.

Kecewa karena mendapatkan kamera dengan fitur minimal, jika membeli dengan harga dibawah yang disarankan itu.

Rego nggowo rupo, kalau kata orang Jawa.
Harga membawa bentuk rupa. Untuk kamera, hal itu berlaku mutlak. Semakin mahal harga kamera anda, semakin baik dan sempurna fitur yang ada di dalamnya. Kami rasa, hal ini berlaku juga untuk semua produk teknologi digital.

Tetapi saran itu hanya berlaku untuk anda yang mempunyai dana terbatas. Kalau dana tak terbatas, silahkan beli kamera dengan harga di atas 20 juta rupiah.

Baik kamera DSLR ataupun mirrorless, saat ini sudah menyediakan pilihan untuk gear dengan range harga sekian itu.
Untuk harga dibawah 10 juta, namun lebih dari 7 juta, kami berikan kisi-kisi barangnya. Baik dari merk maupun serinya. Beserta perkiraan harganya di pasaran. Hanya contoh dan kisi-kisi, bukan rekomendasi.

Mirroless :

  • Fujifilm X-A5 harga 8 jutaan.
  • Panasonic DMC-GX85 harga 9 jutaan.
  • Sony A6000 harga 7 jutaan.

DSLR :

  • Nikon D5500 harga 8 jutaan
  • Canon EOS 60D harga 9 jutaan
  • Sony A65V harga 8 jutaan

Sungguh, percayalah dengan menggunakan gear yang lebih mahal, anda akan jauh lebih bersemangat dalam mengeksplorasi fotografi.
Jangan terlampau percaya dengan filosofi :
“A Man behind the gun.”
jika anda mempunyai dana banyak dan tak terbatas.

Senyatanya, senjata kamera paling mutakhir akan membuat seorang pemula dengan cepat menyamai pencapaian para ahli. Paling tidak, memangkas jarak waktu pembelajaran yang dibutuhkan.

2. Ukuran kamera

Besar kecil ukuran kamera, tentu adalah subyektif bagi masing-masing tangan pemegangnya.
Bagi yang bertangan dengan jari besar, menyukai kamera dengan bobot agak berat dan ukuran besar, DSLR adalah pilihan.

Bagi yang menyukai kamera berukuran kecil ringkas, mirrorless layak untuk menjadi pilihan.

Keduanya mempunyai nilai lebih dan kurang ketika digunakan, jika mengacu pada ukuran.

DSLR akan lebih mantap berada dalam gemggaman tangan, namun tidak mudah dalam hal penyimpanan. Harus menggunakan tas dengan ukuran agak besar.

Mirrorless kurang terasa mantap di dalam genggaman, serta mudah lepas dari pegangan karena ukurannya yang kecil. Mirrorless lebih ringkas dan mudah untuk dibawa. Bentuk dan ukurannya juga tidak intimidatif, cenderung lucu, dan ringan. Namun daya baterai biasanya tak bisa sebanyak DSLR dalam sekali charge. Dikarenakan ukurannya yang kecil.

Untuk kualitas, keduanya hampir setara saat ini, baik DSLR maupun mirrorless dalam rentang harga yang sama.
Perihal ukuran besar atau kecilnya, terserah pada anda.

Mau yang besar, seram, agak berat, tetapi baterai lebih awet, pilih DSLR.
Mau yang ringan, ringkas, imut, mudah dibawa, tetapi baterai kurang awet, pilih mirrorless.

3. Kebutuhan kamera

Pada poin ini, lebih untuk kebutuhan apa anda menginginkan kamera.

Ringkasnya, apakah untuk traveling, atau untuk lebih banyak berdiam mengambil foto lanskap pemandangan.

Untuk traveling, saya sarankan anda untuk membeli mirrorless saja. Apalagi jika anda menyukai sesuatu yang simpel, ringkas dan praktis dalam hal pembawaan. Untuk mengambil gambar pada orang-orang atau lingkungan, mirrorless juga tidak intimidatif. Terlihat kecil, dengan warna yang menarik. Sehingga orang-orang tidak ‘takut’ ketika anda mengambil gambarnya.

DSLR juga tak ada salahnya anda pilih untuk menemani traveling. Tetapi ukuran yang besar dan bobot yang agak berat tentunya menjadi pertimbangan.

Tetapi DSLR mempunyai kelebihan lain yang tidak dipunya mirrorless andai kebutuhan anda adalah mengambil foto lanskap pemandangan. Bobotnya yang lebih berat, akan mereduksi getaran tangan anda ketika mengambil gambar. Meski sepele, nyatanya hal tersebut berpengaruh terhadap hasil akhir gambar nantinya.

Mungkin getaran bisa direduksi oleh hal lain, penggunaan tripod misalnya?
Betul, tetapi….

Tripod terkadang sulit digunakan pada area dan medan tertentu. Selain juga ada penambahan biaya yang harus dikeluarkan untuk pembelian tripod. Sedangkan harga tripod sendiri saat ini sudah lumayan mahal bagi anda yang mempunyai dana terbatas. Tripod dengan kualitas cukup baik dibanderol dengan harga mulai 1,5 juta rupiah, dari berbagai merk.

*****

Malah semakin bingung kan setelah membaca saran di atas?

Tentu saja, karena tujuan kami memang membuat anda bingung, untuk kemudian berpikir kembali untuk apa membeli kamera.

Kami berikan ringkasan saja, begini :

  • Kalau anda ingin membeli kamera hanya untuk hobi dan sekadar mengabadikan momen perjalanan sehari-hari, kami sarankan membeli kamera beserta dengan harga tidak lebih dari 12 juta rupiah. Terserah apakah anda memilih DSLR atau mirrorless.
  • Kalau anda berniat melakoni fotografi sebagai jalan hidup, mencari nafkah, saya sarankan untuk membeli kamera dengan harga tak lebih dari 15 juta rupiah. Body saja dan belum beserta lensa. Lensanya silahkan beli sesuai kebutuhan fotografi anda. Apakah untuk fotografi manusia [fotomodel atau pernikahan], pemandangan, atau jenis fotografi lainnya. Sebaiknya sekalian beli 2 atau 3 lensa sekaligus. Selain akan menunjang kecakapan anda dalam belajar, juga untuk tidak membagi waktu anda ke depan. Setelah membeli gear, anda tinggal belajar saja. Tanpa berpikir membeli lensa dan yang lainnya.
  • Kalau anda banyak uang, belilah kamera dengan harga lebih dari 50 juta rupiah. Kalau perlu, beli kamera dengan unit produksi terbatas. Edisi spesial misalnya. Biar apa? Ya biar keren saja. Mosok banyak uang kok kameranya mainstream dan sama dengan kamera orang lain pada umumnya. Ya to?

Kalau anda masih bingung juga, silahkan pergi ke Wakanda atau Atlantis untuk bertanya perihal kamera yang sesuai. Sebab saya lihat, foto-foto Black Panther dan Aquaman itu bagus-bagus. Siapa tahu juga anda malah akan mendapat gratis kalau bertemu dan bertanya langsung pada mereka.

Selamat membeli kamera.

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)

24 Comments

  1. Howdy! This is kind of off topic but I need some advice from
    an established blog. Is it very difficult to set up your own blog?
    I’m not very techincal but I can figure things out pretty quick.
    I’m thinking about setting up my own but I’m not
    sure where to start. Do you have any points or suggestions?
    Thank you

  2. Pretty section of content. I just stumbled upon your website and in accession capital to assert that I acquire actually enjoyed account
    your blog posts. Any way I will be subscribing to your feeds and
    even I achievement you access consistently quickly.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.