Yamaha XSR 155, Harga dan Spesifikasi Klasik Modern

Gambar : yamaha-motor.co.id

Kombinasi Klasik Modern

Dunia selalu berubah, bergerak pada tren yang sulit diprediksi. Tak ada lagi surat menyurat antar dua insan yang sedang jatuh cinta. Yang ada adalah saling kirim pesan WA, dan saling senggol di media sosial.

Eh eh eh…mo ngomongin motor kok malah surat menyurat.

Dulu…sekira awal sampai pertengahan tahun 2000an, tren desain motor dibangun dengan meninggalkan semua yang pernah muncul dan ada mulai tahun 80-an sampai dengan 90-an.

Misalnya saja warna lampu sein oranye yang merupakan pakem standar pada tahun 80-an sampai dengan 90-an, pada pertengahan tahun 2000an produsen motor menggantinya dengan warna silver.

Stoplamp atau lampu belakang yang sebelumnya juga di desain terpasang terpisah dari body utama, juga mulai di desain untuk menyatu mengikuti body. Tak lagi terpisah. Bentuk lampu belakang bulat atau kotak yang sebelumnya sangat trendy pada era 80-an dan 90-an, digantikan bentuk shape atau lancip.

Pertengahan tahun 2000an menjadi semacam ‘revolusi’ desain kendaraan, pada bentuk body dan detail aksesorisnya. Semua yang ‘berbau’ tahun 80-an dan 90-an dibabat habis. Digantikan desain era millenium yang ‘lebih modern’.

Tetapi itu pertengahan tahun 2000an, Ferguso….

Menjelang akhir dua ribu belasan (bwahahahaha…bagaimana menuliskannya dengan akhiran -an?-), desain motor kembali bergeser. Kini mulai lagi tren desain sepeda motor seakan kembali pada era pertama kejayaannya. Kejayaan pada era tahun 80-an sampai dengan 90-an. Era dimana menaiki atau mempunyai sepeda motor adalah jenis kemewahan yang tak semua orang bisa mencecapnya.

Kembali lagi pada desain stoplamp terpisah yang [kini] disinyalir sebagai sesuatu yang klasik. Dengan bentuk bulat, namun dengan jeroan teknologi terkini. Jika dulu bohlamnya menggunakan bohlam kumparan, kini menggunakan lampu LED.

Seperti pada Yamaha XSR 155 yang gambarnya saya sertakan diatas.

Motor sport klasik dan modern

Yamaha sebagai produsen motor ini mengklaimnya sebagai : sport klasik modern.

Desain klasiknya sangat kentara terlihat pada lampu belakang bulat terpisah dari body, sekaligus lampu depan yang juga berbentuk bulat. Jok atau tempat duduknya yang menganut single seat dengan desain jahitan klasik berulir, menegaskan kejadulannya. Tangki atau wadah bensin yang disematkan semakin menambah kental nuansa klasik. Yaitu dengan penggunaan model drip-shaped, yang bahkan kental dengan desain motor pada era sebelum tahun 80-an.

Speedometernya juga menganut desain klasik, seperti pada motor-motor Yamaha keluaran tahun 80-an. Berbentuk bulat dan terpasang pisah dari lampu depan maupun setang.

Di luar kejadulannya, sentuhan modern tersemat dengan sangat baik pada motor ini. Paling kentara adalah penggunaan mesin berpendingin radiator. Tak ada motor jadul yang menggunakan radiator sebagai pendingin mesinnya. Maka sentuhan modern pada mesin sepeda motor ini adalah hal pertama yang bisa dilihat dengan mata telanjang.

Mesin berkubikasi 155cc itu terlihat kekar dengan radiator dan selang-selangnya yang menambahkan kesan ‘berotot’.

Lampu belakangnya sudah menggunakan lampu LED. Speedometernya juga sudah mengadopsi teknologi modern, full digital. Tak ada lagi jarum naik turun yang mengindikasikan naik turunnya RPM, atau naik turunnya kecepatan, apalagi berkurangnya bahan bakar di dalam tangki. Semua sudah full digital.

Shockbreaker depan juga sudah mengadopsi [kayak bayi aja, adopsi…] teknologi upside down. Teknologi yang disinyalir mampu meredam getaran lebih baik, dan memberikan kestabilan berkendara pada jalanan bergelombang. Untuk jalanan dengan aspal seperti di Indonesia, shockbreaker upside down jelas memberikan kenyamanan lebih daripada shockbreaker biasa. Jalanan dan aspal yang bergelombang seperti ombak akan mampu diredam dengan lebih baik. Seperti pasir pantai yang selalu mampu meredam gulungan ombak, yang datang dari waktu ke waktu. Haaiiisshhhh….

Mesin modern powerfull

Ini nih, pada yang ini, bagian mesin…

Yamaha menyematkan mesin yang sungguh-sungguh powerfull, untuk kategori kubikasi 150an cc.

Mesin yang hampir sama tersemat pada Yamaha R15, atau Yamaha MT-15. Mesin yang sudah dibekali dengan teknologi VVA [Variable Valve Actuation] paten milik Yamaha, yang mampu membuat pembagian tenaga merata dari putaran bawah sampai atas.

Mesin dari Yamaha XSR 155 ini mampu memuntahkan tenaga sampai dengan 19,1 HP, dengan torsi mencapai 14,7 Nm/8.500 rpm. Motor yang tidak akan suloyo atau sambat ketika grip gas diputar mendadak. Mesin yang cukup responsif [diatas kertas]. Sayangnya, penulis juga belum mencobanya, hehehehe…

Namun melihat spesifikasi teknisnya diatas kertas, motor ini jelas lebih powerfull dibandingkan mesin pada motor sekelasnya. Motor standar lain pada kelas 150cc, rata-rata hanya mampu memuntahkan tenaga maksimal pada 18HP.

Harga Yamaha XSR 155

Harganya, di Jakarta, adalah 36 jutaan.

Tidak murah tentu saja, bahkan cenderung sedikit mahal.

Namun bagi anda yang turah duit, ingin memiliki motor hybrid kombinasi klasik dan modern, tentu motor ini adalah pilihan terbaik saat ini. Kombinasi mesin modern dan desain klasik —sekali lagi— adalah nilai utama dari motor ini.

Bagaimana, anda tertarik untuk membelinya?

Saya? Saya jelas tertarik untuk membeli dan memboyongnya ke rumah. Tetapi yaaa hanya tertarik saja, tidak lebih. Ketertarikan saja tak cukup untuk membawa motor pulang ke rumah dari dealernya. Seperti ketertarikan anda pada seorang perempuan, tak cukup untuk meminang dan membawanya pulang ke rumah, jyahahahaha….

Harus ada modal tertentu, dan tentu saja uang.

Karena saya tak punya uang, maka boleh-lah anda yang membeli motor ini, dan kelak saya meminjam.

Ahahahaha….

Latest posts by Anang Aji Guritna (see all)

9 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *